Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effectiveness of Anticoagulants in Reducing D-Dimer Levels in COVID-19 Patients: A Retrospective Study Winduhani Astuti, Lelly; Fajriah, Shofiatul; Rilawati, Fentyana; Istiqomah, Nurul
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 5, No 1 (2025): January–April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v5i1.30233

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an acute respiratory infection caused by the SARS-CoV-2 virus. SARS-CoV-2 infection is often associated with blood clotting disorders, both at the microvascular and macrovascular levels due to hypercoagulability. Changes in blood clotting status are indicated by high levels of D-dimer and fibrinogen. The study aimed to evaluate the effectiveness of three anticoagulant therapies in reducing D-dimer levels in COVID-19 patients. The research employed an observational analytical method with a retrospective cross-sectional study design. The results showed significant differences in D-dimer reduction among the treatment groups. The mean reductions in D-dimer levels for patients receiving anticoagulant therapy with heparin, enoxaparin, and fondaparinux were 1.397 µg/L, 2.607 µg/L, and 2.855 µg/L, respectively. Statistical analysis indicated a significant difference among the groups (P 0.05). It can be concluded that fondaparinux demonstrated a greater reduction in D-dimer levels compared to heparin and enoxaparin.
STUDI TERAPI OBAT ANTIKOAGULAN PADA RESPONDEN POSITIF COVID-19 RAWAT INAP DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI TAHUN 2021 Dwi Rilawat, Fentyana; Winduhani Astuti, Lelly; Caesar Ayu Siwi, Yulia
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22554

Abstract

COVID-19 yaitu penyakit akibat mikroorganisme menyerang sistem pernafasan, penyebabnya yaitu infeksi virus corona-2 (SARS-CoV-2) yang dapat menular ke manusia dan menjadi pandemi sejak tahun 2020. Salah satu efek COVID-19 adalah hiperkoagulabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kegunaan dan efektivitas terapi antikoagulan pada responden positif COVID-19 di ruang khusus isolasi RSUD Gampilan pada bulan Januari hingga Desember 2021. Desain penelitian yaitu observasional analitik retrospektif dengan desain cross-substudy dengan sampel sebanyak 95 pasien. Penelitian menunjukkan bahwa heparin (74,74%) merupakan antikoagulan yang paling umum digunakan dan dosis yang umum diberikan atau diresepkan pada pasien adalah 2 x 5000 IU (36,62%). Rute pemberian ketiga antikoagulan yang dipilih adalah pemberian subkutan atau dibagian hipodermis (100%), dan durasi pemberian yang paling umum adalah 4 hingga 6 hari (49,47%). Rerata penurunan D-dimer setelah pemberian antikoagulan adalah 1,411 μg/l pada kelompok pasien yang mengonsumsi heparin, 2,607 μg/l pada kelompok pasien yang mengonsumsi enoxaparin, dan 2,607 μg/l pada kelompok pasien yang mengonsumsi fondaparinux kelompok itu adalah 2.855 μg/l. Hasil uji statistik didapatkan terjadi perbedaan yang signifikan pada data D-dimer sebelum dan sesudah diterapi dengan diberikan antikoagulan untuk tiga kelompok responden dengan nilai sig sebesar (P<0,05).