Safrudin, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LEGENDA SINGO BARONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK PADA BUSANA KEBAYA MODERN Alpado, Carissa Fitri; Safrudin, Dwi
Runtas : Journal Of Arts And Culture Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/runtas.v1i1.4905

Abstract

Ide yang diangkat pada penciptaan karya seni ini berjudul Legenda Singo Barong sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik untuk Busana Kebaya Modern. Penciptaan karya ini didasari dengan keinginan penulis dalam melestarikan budaya kediri . Menurut cerita rakyat yang  tumbuh di Kediri budaya barongan berakar semenjak sejarah Panji, yaitu suatu riwayat yang dipelopori oleh rombongan prajurit berkuda membentengi  Pangeran Panji Asmarabangun dan juga Singo Barong pada saat melamar Dewi Sekartaji, Barong adalah  wujud yang mengumpamai campuran dari singa dan naga yang kebanyakan dibawakan oleh 4 orang pada pagelaran tari Barongan di Kediri. Tarian Barongan diikuti bersama gamelan jawa dan sinden. ada 4 karya batik diantaranya karya 1 berjudul Lingga babad dan bermotif Dirandra , karya 2 yaitu Phantera Bahuwirya bermotif Nyawiji , karya 3 berjudul Hastina Sudarsana yang mempunyai motif berjudul tuwuh dan karya ke 4 yaitu Arindama bermotif Amerta, Batik berawal dari bahasa jawa yang memiliki arti amba yaitu lebar dan nitik yaitu membuat titik. Proses pembuatan Batik berawal dari nyorek, lalu dilanjutkan ke tahap pembatikkan, setelah itu dilanjutkan dengan proses pewarnaan, penguncian warna menggunakan water glass, lalu dilanjutkan dengan proses terakhir yaitu nglorod, maka batik siap digunakan, Pada zaman dulu batik banyak digunakan di lingkungan keraton dan tidak sembarangan orang dapat mengenakannya. Berdasarkan metode batik ada dua antara lain batik tulis dan batik cap. Kebaya merupakan pakaian yang berasal dari budaya masyarakat Indonesia banyak dan ditemukan di pulau jawa. Pada masa modern ini kebaya telah banyak mengalami perubahan desain dan sering digunakan dalam acara formal seperti pernikahan pesta, wisuda bahkan kebaya digunakan sebagai seragam resmi pramugari.Kata Kunci: Singo Barong Kediri, Batik, Kebaya
LEGENDA SINGO BARONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK PADA BUSANA KEBAYA MODERN Alpado, Carissa Fitri; Safrudin, Dwi
Runtas: Jurnal Fesyen dan Wastra Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Indonesian Institute of the Arts Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/runtas.v1i1.4905

Abstract

Ide yang diangkat pada penciptaan karya seni ini berjudul Legenda Singo Barong sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik untuk Busana Kebaya Modern. Penciptaan karya ini didasari dengan keinginan penulis dalam melestarikan budaya kediri . Menurut cerita rakyat yang  tumbuh di Kediri budaya barongan berakar semenjak sejarah Panji, yaitu suatu riwayat yang dipelopori oleh rombongan prajurit berkuda membentengi  Pangeran Panji Asmarabangun dan juga Singo Barong pada saat melamar Dewi Sekartaji, Barong adalah  wujud yang mengumpamai campuran dari singa dan naga yang kebanyakan dibawakan oleh 4 orang pada pagelaran tari Barongan di Kediri. Tarian Barongan diikuti bersama gamelan jawa dan sinden. ada 4 karya batik diantaranya karya 1 berjudul Lingga babad dan bermotif Dirandra , karya 2 yaitu Phantera Bahuwirya bermotif Nyawiji , karya 3 berjudul Hastina Sudarsana yang mempunyai motif berjudul tuwuh dan karya ke 4 yaitu Arindama bermotif Amerta, Batik berawal dari bahasa jawa yang memiliki arti amba yaitu lebar dan nitik yaitu membuat titik. Proses pembuatan Batik berawal dari nyorek, lalu dilanjutkan ke tahap pembatikkan, setelah itu dilanjutkan dengan proses pewarnaan, penguncian warna menggunakan water glass, lalu dilanjutkan dengan proses terakhir yaitu nglorod, maka batik siap digunakan, Pada zaman dulu batik banyak digunakan di lingkungan keraton dan tidak sembarangan orang dapat mengenakannya. Berdasarkan metode batik ada dua antara lain batik tulis dan batik cap. Kebaya merupakan pakaian yang berasal dari budaya masyarakat Indonesia banyak dan ditemukan di pulau jawa. Pada masa modern ini kebaya telah banyak mengalami perubahan desain dan sering digunakan dalam acara formal seperti pernikahan pesta, wisuda bahkan kebaya digunakan sebagai seragam resmi pramugari.Kata Kunci: Singo Barong Kediri, Batik, Kebaya
PENERAPAN METODE MIND MAPPING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENGANTAR EKONOMI BISNIS DI SMK NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014/2015 Safrudin, Dwi; Sunarto, Sunarto; Sudarno, Sudarno
BISE: Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bisnis dan Ekonomi
Publisher : Department of Economics Education, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bise.v1i2.17976

Abstract

The purpose of this research is to improve the learning outcomes of students of class X Marketing 2 SMK Negeri 1 Karanganyar on subjects Introduction to Business Economics academic year 2014/2015 through the application of the Mind Mapping method with the scientific approach. This type of research is a classroom action research. The subjects were students of class X Marketing 2 SMK Negeri 1 Karanganyar in the school year 2014/2015 totaling 36 learners. Source data comes from teachers and learners. Data collection techniques were used (a) observation, (b) interview, (c) documentation (d) test. Test the validity of the data used triangulation techniques and sources. Analysis of the data is used descriptive comparative statistical analysis. Research procedure includes the step (a) planning, (b) measures, (c) observation, (d) reflection.Based on the result of this research, in the first cycle learning outcomes of students has increased as much as 1.55 (average value 74.64 pre-cycle and average value of the first cycle 76.19) and the percentage of completeness increased 30.55% (percentage of pre-cycle 44.45% and 75% the first cycle). In the second cycle learning outcomes of students has increased as much as 1.32 (the average value of the first cycle of 76.19 and the average value of the second cycle 77.51) and the percentage of completeness increased 2.78% (the percentage of first cycle and cycle 75% II 77.78%). The conclusions of this research is the application of the Mind Mapping method with the scientific approach can improve the learning outcomes of students of Class X Marketing 2 SMK Negeri 1 Karanganyar in the school year 2014/2015 on subjects Introduction to Business Economics.