Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kerusakan Perkerasan Lentur pada Jalan Konteiner Kabupaten Sorong: Identification of Flexible Pavement Damage on Container Roads in Sorong Regency Mandagi, Briando; Batvian, Karolina; Matana, Mega N
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v6i2.22672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan, mengevaluasi kerusakan dengan menggunakan metode PCI serta memberi solusi dari kerusakan yang terjadi pada permukaan perkerasan jalan konteiner KM 27(600) – KM 28(600). Hasil dari observasi, Analisa data dab perhitungan PCI diperoleh 6 jenis kerusakan yaitu Retak kulit buaya, cacat tepi perkerasan, tambalan, lubang, alur dan pelepasan butir. Tingkat kerusakan di jalan konteiner dengan nilai PCI yaitu 32,3% yang artinya jalan dalam kondisi buruk. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut perlu dibuat overlay atau lapisan perkeran kaku dengan memperhatikan kemiringan pada permukaan jalan serta perlu diberi rambu lalulintas yang memuat peraturan klsifikasi kendaraan yang lewat.
PENGELOMPOKKAN JENIS KERUSAKAN BANGUNAN SD INPRES 22 KABUPATEN SORONG Batvian, Karolina; Manullang, Siska R.
JURNAL SIMETRIK Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v12i1.1067

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan gedung Sekolah Dasar Inpres 22 Kabupaten Sorong. Penelitian ini dilakukan pada gedung SD Inpres 22 Kabupaten Sorong dengan melihat kondisi kerusakan gedung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengisi instrument kuesioner. Analisis data menggunakan uji validitas dan realibitas dan ditemukan 22 variabel dengan kategori low risk. Minimnya pengetahuan  menganalisis kerusakan bangunan secara menyeluruh, oleh karena itu dibutuhkan teknik khusus dalam mengatasi masalah risiko ini dengan cara melakukan bimtek/pelatihan.