Dakwah Muhammadiyah merupakan perwujudan gerakan Islam untuk menganalisis implementasi dakwah Muhammadiyah di Kota Prabumulih melalui tiga pilar utama: Amar Ma'ruf Nahi Munkar, penyucian, dan pembaharuan. Dakwah Muhammadiyah di daerah ini menunjukkan dinamika unik yang sejalan dengan perkembangan sosial-religius masyarakat perkotaan yang terus berubah. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi lapangan, analisis dokumen, dan wawancara dengan para pemimpin, penceramah, dan anggota organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Amar Ma'ruf Nahi Munkar diwujudkan melalui penguatan kegiatan studi agama, pengembangan moral, pelayanan sosial, dan advokasi moral masyarakat yang menekankan pentingnya etika agama dalam lingkup sosial. Gerakan purifikasi tercermin dalam upaya menyucikan iman dan ibadah melalui pendidikan agama yang sistematis, penghapusan praktik-praktik takhayul, inovasi, dan takhayul, serta penguatan literasi Al-Quran dan Sunnah. Sementara itu, tajdid (pembaruan) diimplementasikan melalui pengembangan amal kebajikan, inovasi dalam metode dakwah digital, dan adaptasi kelembagaan untuk menghadapi tantangan modernitas. Kegiatan dakwah Muhammadiyah di Prabumulih telah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk masyarakat Islam yang progresif, moderat, dan responsif terhadap masalah-masalah sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara penyucian dan tajdid merupakan landasan penting untuk menjaga relevansi dakwah di era kontemporer. Dengan demikian, dakwah Muhammadiyah di Prabumulih tidak hanya menjalankan misi keagamaan, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang memperkuat nilai-nilai kesopanan publik dan pembaharuan masyarakat.