Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mosques as Dangerous Places: Media Framing of Mosques During the COVID-19 Pandemic Mukhijab, Mukhijab; Madrah, Muna Yastuti; Tampubolon, Reynold Timothy
Jurnal Community Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v9i2.7137

Abstract

Penelitian ini mengkaji artikel berita dari media tentang pemberitaan masjid pada masa pandemi Covid-19. Pembacaan dari kajian tersebut dilakukan secara tekstual (deskriptif) dalam konteks ekonomi politik. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing yang fokus menganalisis bagaimana media mengkonstruksi masjid selama implementasi kebijakan penutupan masjid. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas.com dan NU.or.id meriwayatkan penutupan masjid secara konservatif dan bahwa kebijakan pemerintah untuk menutup sementara masjid dari aktivitas ibadah umat Islam merupakan suatu keharusan yang tidak dapat ditentang oleh umat Islam. Sedangkan Republika.co.id dan Suaramuhammadiyah. Id terbingkai dalam narasi kritis bahwa penutupan masjid merupakan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dan diskriminatif. Analisis pada kajian ini meliputi politik redaksional media dalam pemberitaan masjid pada masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kajian difokuskan pada Kompas Online, Republika Online, NU Online, dan Suaramuhammadiyah Online. Kepentingan bisnis media dapat membingkai ideologi media dan politik serta salah dalam menggambarkan kontribusi konstruktif umat Islam untuk memerangi COVID-19.
PRANK AS MONEY FETISHISM, CRITICISM OF YOUTUBER CELEBRITIES Mukhijab, Mukhijab; Noor, As Martadani
POPULIKA Vol. 11 No. 2 (2023): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v11i2.952

Abstract

Research on strategic artists makes YouTubers a medium for monetizing their content creations. The research method applies critical content analysis to read narratives in prank video content on channels owned by Rans Entertainment (Rafi-Nagita), and Kanal Baim-Paula (Baim Wong-Paula Verhoven). In reading and interpreting prank narratives and social contexts, a political economy perspective with the theory of commodification and money fetishism becomes the analytical knife. The results of this research, Baim-Paula makes prank content with various topics of money. The objects are family members, workers and certain community members. They were tricked (surprised, scared, seduced, helped, entertained by an orchestra), and finally the victims were given gifts. While the victims of pranks from Rafi- Nagita, family and workers. The narrative shocks and "hurts" the victim, but is ultimately happy with the good news. Baim-Paula and Raffi-Nagita put aside ethical problems in content production. The orientation is that successful prank content is controversial in the eyes of the victim and is consumed by many viewers, and adds more and more subscribers. This means that money is the purpose of prank production. Because of that they make prank as a profession.more subscribers. Keywords: You Tuber, Prank, Money.
Foto Media dan Hegemoni Dalam Pilkada Mukhijab, Mukhijab
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Let the pictures speak! With photos, everything can be open, no secrets. But sociology-especially from the perspective of Semiotics in the study of culture or media culture- was open an opportunity to interpret social phenomena depicted behind the photos. In the context of this paper, a photo opened a mystery of the phenomenon of power in local elections in Bantul regency. The most powerful readings that the photos embedded deep behind the hegemonic power of the spread is a public figure Politicians and community leaders who are very dominant influence in the district. Sample pictures of mass media as a case study in this paper Because of the media photograph the leaders positioned as the sharpest weapon to Awaken memories of voters. Sri Suryawidati-Sumarno was proved and elected as regent and deputy regent in Bantul regency. Aspects of hegemony that can be revealed behind their victory that the big names of the husband, Idham, as a very potent political commodity.Intisari :Biarkan foto berbicara! Dengan foto, semuanya bisa terbuka, tidak ada rahasia. Sosiologi terutama dari perspektif semiotika dalam studi media maupun studi budaya- terbuka kesempatan atau peluang untuk menafsirkan fenomena sosial yang tergambar di balik foto. Dalam konteks tulisan ini, foto membuka misteri fenomena kekuasaan dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bantul. Pembacaan paling dahsyat bahwa di balik foto tertanam dalam-dalam hegemoni kekuasaan yang ditebarkan publik figure politisi dan tokoh masyarakat yang sangat dominan pengaruhnya di kabupaten tersebut. Sampel foto media menjadi studi kasus dalam tulisan ini karena foto media bagi calon pemimpin diposisikan sebagai senjata paling tajam untuk membangunkan ingatan pemilih. Sri Suryawidati-Sumarno membuktikannya dan terpilih menjadi bupati dan wakil bupati di Kabupaten Bantul. Aspek hegemoni yang bisa diungkap di balik kemenangan mereka bahwa nama besar sang suami, Idham Samawi, sebagai komoditi politik yang sangat ampuh.