This Author published in this journals
All Journal ProNers
Restu Dewi Lestari .
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERSALINAN DENGAN TENAGA NON KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNGGUR KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 ., Restu Dewi Lestari
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.317 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6483

Abstract

Latar Belakang. Persalinan merupakan proses pergerakan keluarnya janin, plasenta, dan membran dari dalam rahimmelalui jalan lahir. Persalinan yang ditolong oleh dukun bayi adalah salah satu kasus kesehatan yang masih banyakterjadi di Indonesia. Masyarakat   di desa punggur menyatakan bahwa lebih sering menggunakan tenaga dukun dari pada tenaga kesehatan. Tujuan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis persalinan dengan tenaga nonkesehatan di wilayah kerja Puskesmas Punggur Kabupaten Kubu Raya tahun 2014. Metodologi. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Jumlah sampel 5 orang ibu yang bersalin dengan tenaga nonkesehatan (dukun), dengan menggunakan non random sampling. Analisa data dengan menggunakan analisa data pada Studi Fenomenologi. Hasil. Faktor yang mempengaruhi masyarakat memilih bersalin menggunakan tenaga nonkesehatan (dukun) adalah Faktor ekonomi yang relatif murah, jarak tempuh yang dekat dan dukun selalu ada 24 jam.Dukun membantu sampai 40 hari setelah melahirkan. Jarak tempuh puskesmas yang jauh, puskesmas tidak 24 jam,kurangnya pengetahuan dan informasi tentang pentingnya bersalin menggunakan tenaga kesehatan, serta kurangnyainformasi tentang dampak atau bahaya persalinan menggunakan dukun membuat mereka mengabaikan apa yang mereka ketahui. Kesimpulan. Pada penelitian ini faktor utama yang mempengaruhi masyarakat memilih bersalinmenggunakan dukun adalah faktor ekonomi dan pengetahuan. Kata kunci: Persalinan, Tenaga non kesehatan