Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa AB-Mix Dan Air Cucian Beras Pada Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa, L.) Dengan Wick System Hidroponik Simatupang, Ulina; M. Samosir, Osten; Alfizar, Rizky
OrchidAgro Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v4i2.785

Abstract

AB mix nutrition consists of two different packages, the elements contained in it are macro (N, P, K, Mg, Ca, S) and micro (Fe, Zn, Mo, Cu, Mn, Bo, Cl, Si, Na, Co). Rice washing water contains nitrogen, phosphorus, carbohydrates, sulfur, magnesium, potassium, vitamin B1 and iron. The results showed that the treatment dose of rice washing water had a significant effect on plant height, number of leaves and root weight. The higher the dose of rice washing water, 30 ml/water, the higher the plant growth will be. The results of research on the interaction of AB mix treatment with rice washing water had no significant effect on plant height, leaf color and root weight in lettuce plants. Keywords :AB mix , Hydroponics, Rice Washing Water and Wick System
ANALISA KELAYAKAN KADAR N, P, K PUPUK ORGANIK CAIR SETELAH DIDEKOMPOSISI SELAMA 30 HARI Simatupang, Ulina
Agroprimatech Vol. 5 No. 1 (2021): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i2.1696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan kadar N, P dan K pupuk organik cair hasil dekomposisi anaerob dan aerob sampah organik berbahan baku air tahu, sayur dan buah dengan sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri selama 30 hari. Hasil dekomposisi 30 hari sampah organik berbahan baku air tahu, sayuran dan buah menghasilkan pupuk organik cair dengan kadar N 0,15%, P 0,08% dan K 0,13%. Hasil dekomposisi 30 hari sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri menghasilkan pupuk organik cair dengan kadar N 0,30%, P 0,18% dan K 0,10%. Kadar P pupuk organik cair yang dihasilkan dari dekomposisi sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri sudah memenuhi standart kelayakan SNI 19-7030-2004 yang ditetapkan kementrian pertanian sehingga layak digunaka pada tanaman. Kadar N dan K pupuk organik cair yang diperoleh dari dekomposisi sampah organik berbahan baku air tahu, sayur dan buah dengan sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri belum memenuhi standar kelayakan SNI 19-7030-2004.
ANALISA KELAYAKAN KADAR N, P, K PUPUK ORGANIK CAIR SETELAH DIDEKOMPOSISI SELAMA 30 HARI Simatupang, Ulina
Agroprimatech Vol. 5 No. 1 (2021): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v4i2.1696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan kadar N, P dan K pupuk organik cair hasil dekomposisi anaerob dan aerob sampah organik berbahan baku air tahu, sayur dan buah dengan sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri selama 30 hari. Hasil dekomposisi 30 hari sampah organik berbahan baku air tahu, sayuran dan buah menghasilkan pupuk organik cair dengan kadar N 0,15%, P 0,08% dan K 0,13%. Hasil dekomposisi 30 hari sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri menghasilkan pupuk organik cair dengan kadar N 0,30%, P 0,18% dan K 0,10%. Kadar P pupuk organik cair yang dihasilkan dari dekomposisi sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri sudah memenuhi standart kelayakan SNI 19-7030-2004 yang ditetapkan kementrian pertanian sehingga layak digunaka pada tanaman. Kadar N dan K pupuk organik cair yang diperoleh dari dekomposisi sampah organik berbahan baku air tahu, sayur dan buah dengan sampah organik berbahan baku air tahu dan ikan teri belum memenuhi standar kelayakan SNI 19-7030-2004.