Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komunikasi Persuasif Dalam Konten Edukasi Kesehatan Di Tiktok: Studi Retorika (Ethos, Pathos, Logos) Pada Akun @doctor.incognito_99: An Analysis of Persuasive Communication in Health Education Content on Tiktok: A Rhetorical Study (Ethos, Pathos, Logos) of the @doctor.incognito_99 Account Nabila Tusyifa Majidz; Nawiroh Vera; Rocky Prasetyo Jati
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1327

Abstract

Munculnya healthtainment sebagai akibat dari eksistensi TikTok sebagai platform komunikasi kesehatan telah mendorong para profesional medis untuk membagikan informasi ilmiah melalui format hiburan singkat. Masalah utamanya adalah bagaimana komunikator kesehatan dapat mengembangkan pesan yang akurat dan persuasif dalam konten yang sangat terbatas.  Penelitian ini menyelidiki strategi retorika, yang didasarkan pada triad Aristoteles yaitu ethos, pathos dan logos yang digunakan dalam konten edukasi kesehatan di akun TikTok @doctor.incognito_99 serta mengkaji pola interaksi di antara elemen-elemen retorika yang terkait dengan keterlibatan audiens yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Sampel terdiri dari lima konten yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria periode unggahan antara September hingga November 2025, konten edukasi kesehatan serta tingkat keterlibatan tertinggi yang diukur menggunakan rumus Engagement Rate by Views. Data dianalisis menggunakan model analisis konten Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa ketiga unsur retorika tersebut hadir secara bersamaan dalam semua konten dengan distribusi yang relatif seimbang di mana logos mencatat skor tertinggi sebesar 24 poin, diikuti oleh ethos dan pathos masing-masing 22 poin. Salah satu temuan utama adalah bahwa konten dengan skor pathos terendah menghasilkan engagement rate (9,9%), yang menunjukkan bahwa keaslian komunikator dan keterkaitan pribadi dapat mengkompensasi minimnya unsur visual dalam konten. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi kesehatan di TikTok bergantung pada kemampuan komunikator dalam mengharmoniskan ketiga unsur retorika secara selaras dengan karakteristik platform dan kebutuhan audiens.
Kepemimpinan Pelatih Berbasis Komunikasi Kooperatif dalam Mengelola Keberagaman Atlet Tim Bola Basket Darma Kusuma; Rocky Prasetyo Jati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1862

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi kepemimpinan pelatih dalam mengatasi hambatan komunikasi akibat keberagaman latar belakang budaya atlet pada Tim Bola Basket Universitas Budi Luhur. Keberagaman latar belakang daerah atlet yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi yang dapat mengganggu koordinasi tim. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi langsung terhadap lima informan, terdiri dari satu pelatih dan empat atlet dengan latar belakang daerah berbeda, didukung triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi dalam tim muncul dalam dua bentuk utama, yaitu hambatan persepsi pesan dan hambatan perbedaan gaya berbicara akibat perbedaan norma budaya. Pelatih menerapkan empat strategi komunikasi kepemimpinan untuk mengatasi hambatan tersebut, yaitu komunikasi terbuka, pengulangan instruksi disertai demonstrasi langsung, pendekatan personal, dan diskusi kelompok. Keempat strategi tersebut dipersepsikan informan berkontribusi dalam membangun kohesi tim, menciptakan iklim komunikasi yang inklusif, serta meningkatkan koordinasi tim.                               
Komunikasi Interpersonal Pelatih Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Atlet Di Budi Luhur Badminton Club Karen Kusnadi; Rocky Prasetyo Jati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.1899

Abstract

Kepercayaan diri merupakan komponen psikologis fundamental yang memengaruhi performa atlet dalam latihan maupun kompetisi. Pelatih, sebagai figur yang paling intensif berinteraksi dengan atlet, memegang peran sentral dalam membentuk kepercayaan diri tersebut melalui pola komunikasi interpersonal sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal pelatih mencakup dimensi instruksional, suportif, empatik, dan kooperatif berkontribusi terhadap pembentukan kepercayaan diri atlet di Budi Luhur Badminton Club (BLBC). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap satu pelatih dan lima atlet aktif BLBC pada Mei 2025, diperkuat dengan observasi langsung selama sesi latihan dan pertandingan. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Lima tema utama ditemukan: (1) instruksi melalui demonstrasi langsung meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri; (2) motivasi verbal dan dukungan emosional membantu atlet mengatasi tekanan; (3) umpan balik dan teguran bersifat ambivalen dapat membangun sekaligus menurunkan kepercayaan diri tergantung cara penyampaiannya; (4) komunikasi empatik saat atlet menghadapi tekanan menjadi kunci pemulihan kepercayaan diri; dan (5) keterbukaan dialog antara pelatih dan atlet menciptakan iklim komunikasi kooperatif yang mendukung perkembangan atlet. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman komunikasi olahraga dalam konteks klub mahasiswa dan memberikan implikasi praktis bagi pelatih.