Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integratif pengelolaan lingkungan berbasis komunitas melalui nilai sosial di Aceh Besar dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kesehatan lingkungan. Permasalahan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar, seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan rendahnya kesadaran masyarakat, tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Selain itu, lemahnya implementasi hukum lingkungan menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aparatur desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis, kepatuhan hukum, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Model integratif yang dikembangkan terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai sosial, penguatan kapasitas masyarakat, dan implementasi berbasis partisipasi. Model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kepatuhan terhadap norma hukum lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai sosial dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan. Model ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga pada penguatan sistem hukum dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Model Integratif, Pengelolaan Lingkungan, Nilai Sosial, Kesehatan Lingkungan, Hukum Lingkungan, Aceh Besar. Abstract This study aims to develop an integrative model of community-based environmental management through social values in Aceh Besar by incorporating legal and environmental health perspectives. Environmental problems in the coastal areas of Aceh Besar, such as pollution, ecosystem degradation, and low community awareness, not only affect environmental sustainability but also public health. In addition, weak implementation of environmental law remains a major challenge in achieving effective environmental management. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving community members, traditional leaders, religious leaders, and village officials. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social values such as mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility play a strategic role in shaping ecological awareness, legal compliance, and healthy living behavior. The developed integrative model consists of three main stages: internalization of social values, strengthening community capacity, and participatory-based implementation. This model has been proven to enhance community participation, strengthen compliance with environmental law, and improve environmental health conditions. In conclusion, integrating social values into community-based environmental management is an effective and sustainable approach. This model contributes not only to ecological sustainability but also to strengthening legal systems and improving public health. Keywords: Integrative Model, Environmental Management, Social Values, Environmental Health, Environmental Law, Aceh Besar.