Burhansyah, Rusli
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimanan Barat Jalan Budi Utomo No.45 Siantan Hulu PontianakTelp:0561882069

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI INOVASI PERTANIAN PADA GAPOKTAN PUAP DAN NON PUAP DI KALIMANTAN BARAT (STUDI KASUS: KABUPATEN PONTIANAK DAN LANDAK) Burhansyah, Rusli
Informatika Pertanian Vol 23, No 1 (2014): JULI, 2014
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.87 KB) | DOI: 10.21082/ip.v23n1.2014.p65-74

Abstract

Salah satu permasalahan pembangunan pertanian adalah rendahnya tingkat adopsi inovasi pada tingkat petani dan permodalan. Pada tahun 2008 Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dilaksanakan bertujuan untuk masalah pembiayaan pertanian. Tingkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pertanian penting dalam menentukan keberhasilan PUAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pertanian pada Gapoktan PUAP dan non PUAP di Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan tahun 2012 berlokasi di Kabupaten Landak dan Kabupaten Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan survei dengan Model Logit. Penentuan responden dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling yang meliputi petani eks penerima dana PUAP dan petani non penerima dana PUAP. Jumlah petani 120 petani responden. Tingkat adopsi inovasi Gapoktan PUAP secara umum berada tingkat sedang, komponen teknologi yang diadopsi antara lain; benih unggul, pemupukan, penggunaan traktor, pengendalian hama dan penyakit, alat panen dan pasca panen. Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi antara lain; jarak pemukiman lokasi usahatani, dan jarak pemukiman ke sumber teknologi. tingkat pendidikan, luas lahan dan aksesibilitas ke jalan raya, dan aksesibilitas ke sumber teknologi. Gapoktan PUAP mampu menaikkan produktivitas usahatani padi dibandingkan Gapokatan non PUAP secara langsung meningkatkan pendapatan usahatani.