Sarjono .
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Fisika ., Sarjono
Madaniyah Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan factor penting dalam pembelajaran pada semua mata pelajaran terutama pelajaran fisika. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan. Kemampuan berpikir kritis bukan warisan dari orang tua atau bawaan sejak lahir, tetapi berpikir kritis merupakan sesuatu yang perlu pembiasaan, yaitudilatih secara bertahap dan berkesinambungan. Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang autentik, esensial, dapat dilogika dan dinalar dengan akal sehat serta merupakan ilmu yang sangat mendasar. Pembelajaran dengan pembiasaan berpikir kritis dapat dilakukan dengan menggunakan suatu permasalahan yang ada disekitarnya, pembelajaran yang mengkondisikan siswa untuk berpartisipasi aktif, baik secara individu maupun kelompok dengan menggunakan suatu permasalahan sebagai titik awal disetiap pertemuan. Seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dituntut untuk menjadikan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan bisa memecahkan masalah dalam kehidupan nyata setelah lulus nanti, karena persaingan di era globalisasi dan era informasi seperti sekarang ini sangat ketat. Key words:Berpikir kritis, pembiasaan, pembelajaran fisika.
Pengembangan Soal Fisika SMA/MA Politomus Berbasis Taksonomi Bloom Revisi ., Sarjono
Madaniyah Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia sangat komplek, tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi menjadikan masyarakat yang cerdas, makmur dan berakhlak mulia. Pendidikan merupakan ujung tombak suatu kehidupan seseorang dan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Mutu pendidikan juga merupakan salah satu indikator keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Banyak upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tersebut belum mencapai hasil seperti yang di harapkan. Taksonomi Bloom pada ranah kognisi direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, dalam revisinya Anderson dan Krathwohl membagi kognisi menjadi dua dimensi yang berbeda, yaitu knowledge dimension dan cognitive process dimension. Pada umumnya perkembangan tersebut belum diterapaan di sekolah. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan. Kesimpulan bahwa: 1) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika yang kisi-kisinya mengacu pada taksonomi Bloom revisi, 2) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika bentuk uraian, 3) perlu dikembangkan pedoman penskoran, 4) soal bentuk uraian lebih akurat disbanding dengan soal bentuk pilihan ganda, 5) soal bentuk uraian lebih adil terhadap siswa, 6) soal bentuk uraian lebih detail mengungkap kemampuan siswa.
Penilaian Unjuk Kerja dalam Praktikum Fisika ., Sarjono
Madaniyah Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan seseorang menentukan posisinya dalam tata pergaulan di masyarakat, dan lebih luas lagi kualitas pendidikan di suatu Negara dapat menentukan posisinya di kancah dunia. Rendahnya prestasi pelajar Indonesia di kancah Internasional, terutama dalam bidang sains dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal, salah satunya adalah kualitas pembelajaran dan penerapan penilaian hasil belajar yang kurang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia telah dilakukan, antara lain melalui perbaikan kebijakan, pengembangan kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 yang mewajibkan guru untuk melakukan PKB (Penilaian Unjuk kerja Berkelanjutan). Penilaian merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan, terutama penilaian dalam pelajaran fisika, khususnya penilaian praktikum fisika yang selama ini belum mendapat perhatian yang serius. Penilaian unjuk kerja cocok diterapkan pada praktikum fisika sekolah menengah. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian hasil belajar peserta didik secara menyeluruh, yang meliputi kemampuan dan sikap siswa yang di dalamnya mengandung unsur kognitif, afektif dan psikomotor, yang ditunjukkan melalui suatu perbuatan atau unjuk kerja yang berkaitan dengan keterampilan mendemonstrasikan.