Setelah dua tahun belajar di rumah, muncul fenomena di mana ketika siswa belajar dan berinteraksi kembali di sekolah, mereka belum memiliki kemampuan sikap sosial, efikasi diri dan motivasi belajar yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap sosial, efikasi diri dan motivasi belajar siswa kelas 2 SD dengan menggunakan metode belajar kooperatif STAD. Penelitian ini dilakukan mulai dari 1-19 November 2022. Subyek penelitian sebanyak 25 siswa di masing-masing kelas. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental semu atau quasy experimental design dengan static group pretest-posttest design. Instrument yang digunakan adalah rubrik yang telah dilakukan validasi dengan menggunakan judgment expert dan reliabilitas. Uji nilai n-gain dilakukan untuk mengetahu perbedaan dua kelas penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Mann Whitney. Setelah dilakukan uji hipotesis variabel sikap sosial menunjukkan hasil Asymp Sig (2-tailed) = 0,001; efikasi diri = 0,000; dan motivasi belajar = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan nilai sikap sosial, efikasi diri dan motivasi belajar siswa yang berada pada kelas kontrol dan siswa yang berada pada kelas eksperimen. Selain itu, dari nilai n-gain yang didapat juga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan nilai sikap sosial, efikasi diri dan motivasi belajar siswa yang ada di kelas eksperimen. Kata kunci: metode pembelajaran kooperatif STAD, sikap sosial, efikasi diri dan motivasi belajar.