Sri Wahyuni .
Jurusan Teknik Elektro FT UNESA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU PRIMIPARA MENGENAI KENYAMANAN DAN TEKNIK YANG BENAR SAAT MENYUSUI DI KLINIK BERSALIN MULIA KUBU RAYA ., Sri Wahyuni
ProNers Vol 2, No 1 (2014): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.451 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v2i1.6713

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang benar dapat menimbulkan banyak masalah antara  lain seperti luka atau lecet pada puting susu. Selama 15 tahun terkhir pengkajian mengenai teknikmenyusui dan ASI eksklusif telah disimpulkan bahwa masih kurangnya pengetahuan dan sikap ibutentang kenyamanan dan teknik yang benar pada saat menyusui. Tujuan penelitian ini mengidentifikasipengetahuan, sikap, kenyamanan dan teknik yang benar saat menyusui serta adanya hubungan antarapengetahuan dengan sikap ibu primipara mengenai kenyamanan dan teknik yang benar saat menyusui.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlahsampel sebanyak 23 responden, pengambilan sampel dengan teknik Accidental sampling. Penelitian inidilaksanakan di 3 klinik Kabupaten Kubu Raya yaitu Klinik Bersalin Mulia Kubu Raya, Klinik BersalinMariana Kubu raya dan Klinik Bersalin Sentosa Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 21mei 2013 hingga 15 juni 2013. Hasil penelitian ini mengidentifikasi adanya hubungan antara pengetahuandengan sikap ibu primipara di Klinik "“ Klinik  Bersalin Kabupaten Kubu Raya dengan p value = 0,044.Dalam penelitian ini didapatkan kurangnya tingkat pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yangbenar yang dapat mempengaruhi sikap ibu pada saat menyusui. Banyak yang dapat dilakukan untuk dapatmeningkatkan pengetahuan para ibu yaitu memberikan promosi kesehatan tentang ASI, manfaat ASI sertateknik yang nyaman dan benar saat menyusui.  Kata Kunci : Ibu Primipara, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui yang Nyaman dan BenarSumber : 25 (2000-2013)
GAMBARAN PENGGUNAAN KANDESARTAN PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PEMANGKAT TAHUN 2017 ., Sri Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.92 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko berkembangnya penyakitkardiovaskular dan diabetes melitus. Salah satu antihipertensi yang mampumengatasi hipertensi dengan berbagai komorbidi tersebut adalah kandesartan.Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kandesartanpada pasien hipertensi dengan berbagai komorbid penyakit kardiovaskular (gagaljantung, gagal ginjal) dan diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakanpada penelitian ini adalah metode observasional dengan rancangan penelitian studipotong lintang (cross sectional study) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan datadilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien hipertensirawat jalan selama tahun 2017. Pengambilan sampel mengunakan purposivesampling dengan kriteria inklusi pasien rawat jalan yang di diagnosis hipertensidengan kode ICD-10 adalah I10, pasien dengan usia di atas 18 tahun, pasien yangmenggunakan kandesartan secara tunggal maupun kombinasi dengan obathipertensi lainnya, pasien hipertensi dengan komorbid diabetes melitus (kodeICD-10= I10 dan E11), hipertensi dengan gagal ginjal (kode ICD-10= I.10 danN17), gagal jantung (I50). Hasil dari penelitian ini adalah pasien hipertensi lebihbanyak terjadi pada perempuan 51,56% dibandingkan laki-laki 48,43%. Usiapasien hipertensi didominasi pada usia 25-45 tahun sebanyak 41,63% dibandingkan pada kelompok usia >45-60 dan >60. Komorbid yang palingdominan menyertai hipertensi adalah gagal jantung sebesar 58,7% diikuti diabetesmelitus 28,13%, diabetes melitus dan gagal ginjal 9,23%. Kandesartan banyakdigunakan untuk mengatasi hipertensi dengan komorbid gagal jantung, yaitukandesartan 16mg sebanyak 37,8% dan kandesartan 8mg sebanyak 20,9%.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan kandesartan 16mg dankandesartan 8mg dominan diberikan pada pasien hipertensi dengan komorbidgagal jantung.Kata Kunci : Angiotensin Reseptor Bloker (ARB), Diabetes Melitus, Hipertensi,Gagal Ginjal Gagal Jantung, Kandesartan,