Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Penerapan Konsep GLAM (Gallery, Library, Archives, Museum) di Perpustakaan Bung Karno Blitar Yuni Pratiwi, Kurniasih; ., Suprihatin; Setiawan, Bambang
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol 9, No 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.796 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.53-62

Abstract

GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) merupakan konsep yang saling berkesinambungan dan memiliki kesempatan untuk bekerjasama menciptakan Four Cultural Heritage Domains. Di Indonesia konsep GLAM sudah ada, akan tetapi belum ada yangmenerapkannya, Perpustakaan Proklamator Bung Karno diharapkan dapat mengakomodir dan menjadi acuan terciptanya konsep GLAM karena hal ini sangat penting dilakukan sebagai tantangan kepustakawanan di era disruptif dan juga untuk meningkatkan kompetensi pustakawan (berbasis SKKNI) dalam ekosistem digital. Konsep GLAM atau dikenal dengan Four Cultural Heritage Domains sangat bagus dikembangkan dan diterapkan di Indonesia agar kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat lebih bagus lagi. Penelitian ini merupakan study literatur di Perpustakaan Bung Karno Blitar karena Perpustakaan Proklamator Bung Karno sudah memenuhi kriteria Four Cultural Heritage Domains dan sudah memenuhi konsep GLAM sehingga harusnya tidak hanya perpustakaannya saja yang diunggulkan tetapi juga gallery, archive dan museum juga harus dimaksimalkan keberadaannya. Dengan adanya penerapan konsep GLAM di Perpustakaan Bung Karno diharapkan dapat menjadi pelopor munculnya konsep GLAM oleh perpustakaan lain di Indonesia. Konsep GLAM diharapkan dapat menarik minat kunjungan masyarakat ke kota Blitar tidak hanya dari dalam kota maupun luar kota, tetapi diharapkan dari mancanegara juga berkunjung ke Perpustakaan Bung Karno karena di sana banyak sekali menyimpan fakta sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Keberadaan sosok seorang Soekarno sebagai Presiden Pertama di Indonesia akan menjadi daya tarik yang luar biasa apabila dijadikan konsep yang menarik untuk mengemas informasi yang ada di Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
PERAN RUMAH PINTAR UNIVERSITAS BRAWIJAYA DALAM MEWUJUDKAN GERAKAN LITERASI INFORMASI DI KOTA MALANG Pratiwi, Kurniasih Yuni; ., Suprihatin
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 9, Nomor 2, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.906 KB)

Abstract

Universitas Brawijaya Library has one of the leading work programs in the development and cooperation section, namely managing Smart Homes, because not all universities in Indonesia have this facility as an effort to improve education and community service in realizing an in- formation literate society. The research method is a case study by directly participating in every activity in the Universitas Brawijaya smart house. The results of this study are to describe in detail the activities of work programs that have been carried out in the Smart House of Brawijaya University in order to obtain a clear picture of the importance of the existence of the Smart House in Brawijaya University because it plays a very important role in realizing information literacy in Malang City.