Purba, Esther Risma
Universitas Brawijaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HUMANIS

Cinderella Weight: Tirani Standar Kecantikan dan Body Image di Kalangan Wanita Muda Jepang Shafa Tsaniya Zahrah; Esther Risma Purba
Humanis Vol 26 No 4 (2022)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.855 KB) | DOI: 10.24843/JH.2022.v26.i04.p09

Abstract

As a result of the "kawaii" trend, having a slim body has become one of the beauty standards coveted by young Japanese women. One of the latest diet trend in 2016 and 2018 was the Cinderella weight, a weight standard that is considered as dangerous because the weight count is below the healthy BMI (Body Mass Index). This research was conducted using descriptive qualitative methods and video interviews from the Ask Japanese YouTube channel (2016, 2020, and 2022) regarding Cinderella weight and ideal body weight of young Japanese women were taken as the main data sources. The Theory of Social Construction of Women's Bodies by Sandra Lee Bartky (1990) was used to analyze this phenomenon and prove that beauty is a form of social construction. It was found that numerous of them idealizing Cinderella weight and being slim is still the desire of the majority of young Japanese women. The role of social media and mass media, which feature many female models and artists who are slim also inseparable for the influence.
Wacana Gender dan Relasi Kuasa dalam Cerpen Kuzuha No Issei Karya Matsuda Aoko Cahya Tahta Maghfira; Esther Risma Purba
Humanis Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2023.v27.i02.p01

Abstract

This study aims to analyze the issues of gender gap in contemporary Japanese society that represented in the short story of Kuzuha no Issei, along with the things that had been became the roots of these problems. Because the issue of gender gap was influenced by social constructions and stereotypes, this study will use a general gender theory approach and associated with Michael Foucault’s power relations. The result shows there are six gender gap issues that arise in the short story of Kuzuha no Issei. That was ‘women should not stand out’, ‘women and simple jobs’, ‘someone ability was judged by gender’, ‘women as housewives’, ‘demure Japanese women’, and ‘women and men as the victims of government discourses’. This phenomenon was influenced by the patriarchal system, IE, traditional gender stereotypes such as ry?sai kenbo and yamato nadeshiko, as well as the discourses in Japanese society which had been normalized to form doctrines and social constrctions. Penelitian ini bertujuan menganalisa isu-isu kesenjangan gender di tengah masyarakat Jepang kontemporer dalam cerita Kuzuha no Issei, beserta hal-hal yang menjadi akar dari permasalahan tersebut. Karena isu kesenjangan gender ini dipengaruhi oleh konstruksi dan stereotip sosial, maka digunakan pendekatan kritis dengan teori gender dan dikaitkan dengan relasi kuasa dari Michael Foucault. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat enam isu kesenjangan gender dalam cerita Kuzuha no Issei, yaitu perempuan tidak boleh menonjol, perempuan dan pekerjaan sederhana, kemampuan seseorang dinilai berdasarkan gender, perempuan sebagai ibu rumah tangga, perempuan harus menjaga sikap, serta perempuan dan laki-laki sebagai korban diskursus pemerintah. Fenomena ini dipengaruhi oleh sistem patriarki, IE, stereotip gender tradisional seperti ry?sai kenbo dan yamato nadeshiko, serta diskursus dalam masyarakat yang dinormalisasi sehingga membentuk doktrin dan konstruksi sosial.
Makanan Jepang, Identitas, dan Kuasa di dalam Novel Sasamakura Karya Sai'ichi Maruya Esther Risma Purba
Humanis Vol 27 No 3 (2023)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2023.v27.i03.p05

Abstract

Diskursus identitas Yamato damashii ‘Japanese Spirit’ atau ‘Jiwa Jepang’ mengonstruksi pengetahuan mengenai “orang Jepang”, “budaya Jepang” dan “nasionalisme”. Penelitian ini berfokus pada tokoh utama, Hamada dan dilakukan dengan menggunakan paradigma kritis, yakni membongkar aspek kuasa yang mengkonstruksi identitas Jepang lewat makanan dengan menggunakan teori identitas Stuart Hall dan teori relasi kuasa Foucault. Melalui reintegrasi dan penciptaan kembali, makanan yang awalnya milik asing, dilepas dari identitas awalnya untuk menjadi masakan yang disebut masakan Jepang. Keberadaan pihak lain, yakni Barat melalui makanan menjadi pihak yang dianggap berbeda sehingga diposisikan berhadapan dengan Jepang. Apa yang disebut sebagai nihon ry?ri atau washoku menduduki posisi yang lebih istimewa karena muatan sejarah peradaban makanan yang diklaim memiliki sejarah yang panjang, asli, dan tidak bercampur dengan budaya lain yang dianggap liyan atau inferior. Oleh karena itu, orang Jepang yang dianggap memiliki identitas kejepangan, dianggap merepresentasikan Yamato damashii ‘Jiwa Jepang’ apabila memilih memakan nihon ry?ri dan makan dengan cara atau etiket yang telah ditetapkan.
Wacana Kecantikan dan Body Image Perempuan di Jepang dalam Akun Instagram La Farfa Magazine Meidhita Irsantri, Farissa; Purba, Esther Risma
Humanis Vol 28 No 4 (2024)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2024.v28.i04.p05

Abstract

Women's magazines in Japan play a major role in the formation of a discourse that emerges and is normalized in society. This research was conducted using descriptive qualitative method and Visual Methodology Theory of Gillian Rose is used to analyze how La Farfa Magazine in its Instagram social media has values, signs, and context meanings. A comparison with Non-no magazine, which is the dominant beauty and body image reference in Japan, was conducted to highlight La Farfa's differences with mainstream beauty media. The research found that La Farfa Magazine (@lafarfa_jp) has 6 aspects of difference that stand out, namely followers/followers, posts, comments, likes/likes, captions, and models used. The use of idols Naomi Watanabe, Kayo Noro, and news anchor at Nihon Television further expanded the discourse of plus-size beauty by no longer being limited to models to sell fashion for profit.