Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Dakwah Dan Metode Dakwah Walisongo Di Indonesia Rodiayah, Rodiayah; Beta, Hefika Juipa
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 3 No. 1 (2022): March
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Walisongo believed to be laying the first stone of Islam in Java. Gait Walisongo the map Da’wah of Islam in Indonesia in general and on the island of Java in particular is indeed an indisputable historical fact. The success da'wah Walisongois inseparable from the role srtategi and the methods they employ. The strategy that is First Division Da’wah Region. The Walisongo in preaching activities, among others, is taking into account the strategic region. Second, the system of Da’wah carried out with the introduction of Islam through persuasion oriented penaman Islamic faith yan adapted to the situation and conditions. Third, is to conduct an ideological war to eradicate the ethos and values of dogmatic ang contrary to the Islamic faith, in which the scholars have to create myths and new counter values are incompatible with Islam. Fourth, is to approach the figures that are deemed to have influence somewhere and trying to avoid conflict. Fifth, trying mengguasai basic needs that are needed by the community, both the needs that are materially and spiritually. Abstrak Walisongo diyakini sebagai peletak batu pertama Islam di tanah Jawa. Kiprah Walisongo peta dakwah Islam di Indonesia umumnya dan di Pulau Jawa khususnya memang merupakan fakta sejarah yang tak terbantahkan. Keberhasilan dakwah Walisongo tidak terlepas dari peran srtategi dan metode yang mereka gunakan. Strategi itu adalah Wilayah Dakwah Divisi Pertama. Walisongo dalam kegiatan dakwah antara lain memperhatikan wilayah yang strategis. Kedua, sistem dakwah yang dilakukan dengan pengenalan agama Islam melalui penaman yang berorientasi pada persuasi keimanan Islam yan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Ketiga, melakukan perang ideologis untuk memberantas etos dan nilai-nilai dogmatis yang bertentangan dengan akidah Islam, di mana para ulama harus menciptakan mitos dan nilai tandingan baru yang tidak sesuai dengan Islam. Keempat, mendekati tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh di suatu tempat dan berusaha menghindari konflik. Kelima, berusaha mengguasai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik kebutuhan yang bersifat materil maupun spiritual. Kata kunci: Sejarah Walisongo, Metode Dakwah
The Application of Crisis Counseling in Shaping the Adolescent Self-Concept of the Family Broken Home Haryati, Asti; Andini, Usta; Beta, Hefika Juipa; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 21, No 2 (2021): December 2021
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v21i2.10468

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan memberi informasi tentang konsep diri remaja dalam keluarga broken home. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan subjek penelitian memiliki proses penerimaan diri dengan kondisi keluarga mereka berbeda-beda, namun mengarah ke konsep diri positif. Proses penerimaan kondisi keluarga broken home ini dipengaruhi oleh kehidupan subjek yang mampu menyesuaikan diri dalam lingkungannya, mulai membuka diri seperti menerima masukan dari orang lain, serta mengangap bahwa dirinya memiliki hak yang sama yaitu memperbaiki kualitas dan kemampuan diri. Kemudian dalam aspek dimensi konsep diri, keseluruhan subjek mengembangkan pengetahuan terhadap diri sendiri, pengharapan dan penerimaan (penilaian) tentang diri sendiri.