Abstract - The main problem that underlies this research is noise in a central industrial area in a residential area, where public awareness of the quality of the environment is also increasing, so there is often public demand for the importance of building environmentally sound settlements, free of pollution, pollution air makes noise pollution.By looking at the conditions mentioned above, the researchers want to give a real picture of the noise levels that occur in these industrial centers, especially for local communities and local governments, so that business licenses must also pay attention to the environment regarding the impact of pollution caused, both noise pollution (noise) or air pollution. This study uses the method of data retrieval directly in the field, using the SPL meter (Sound Pressure Level Meter) for noise data collection and stopwatch for data retrieval of length of time with ISO R-1996 measurement standards. The data obtained are noise level data in the Bendie white noodle industry center, Tulung, Klaten in deci Bell (dB) and also the time and number of records. The location of data collection in all existing SMEs is 25 SMEs. Measurements were made using the five secon method, ie for each measurement location the data was taken every 5 seconds for 20-30 minutes. The results of the study show that the noise level has exceeded the usual threshold used abroad. Seeing these conditions it turns out that the community considers the noise to be normal or unaffected, because almost the majority of the local workforce is absorbed in the starch industry.Keywords: Industry, Noise, Environment Ringkasan - Permasalahan utama yang mendasari penelitian ini adalah kebisingan di suatu daerah sentra industri yang berada di daerah pemukiman , dimana kesadaran masyarakat akan kualitas lingkungan juga semakin meningkat, sehingga sering terdengar tuntutan masyarakat akan pentingnya pembangunan pemukiman yang berwawasan lingkungan , bebas dari polusi baik itu polusi udara maupan polusi suara.Dengan melihat kondisi tersebut di atas, maka peneliti ingin memberikan gambaran riil mengenai tingkat kebisingan yang terjadi di sentra industri tersebut, terutama bagi masyarakat setempat maupun pemerintah daerah, sehingga perijinan usaha juga harus memperhatikan lingkungan mengenai dampak polusi yang ditimbulkan , baik polusi suara(kebisingan) ataupun polusi udara .  Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data langsung di lapangan, dengan menggunakan alat SPL meter(Sound Pressure Level Meter) untuk pengambilan data kebisingan dan stopwatch untuk pengambilan data lamanya waktu dengan standar pengukuran ISO R- 1996 . Data yang diperoleh adalah data tingkat kebisingan di sentra industri mie putih Bendo , Tulung , Klaten dalam deci Bell (dB) dan juga data waktu dan jumlah pencatatan . Lokasi pengambilan data pada seluruh UKM yang ada yaitu 25 UKM. Pengukuran dilakukan dengan metode five secon method, yaitu untuk setiap lokasi pengukuran data diambil tiap 5 detik selama 20-30 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kebisingan telah melampaui ambang batas yang biasa digunakan diluar negeri. Melihat kondisi tersebut ternyata masyarakat menganggap kebisingan tersebut adalah hal biasa atau tidak terpengaruh, karena hampir mayoritas tenaga kerja setempat terserap pada industri pati tersebut .Kata Kunci : Industri, Kebisingan, Lingkungan