Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Representasi Perempuan Jawa dalam Serat Wulang Putri: Analisis Wacana Kritis Fitriana, Atin
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Javanese culture has a specific perspective on the ideal figure of women. This perspective is generally manifested in the classical texts, for example, in Serat Wulang Putri Adisara. Written by Nyi Adisara. Serat Wulang Putri contains the teachings for royal daughters in living their life as Javanese women based on Javanese teachings. In this manuscript, the readers can see the women figure portrayed from the perspective of a woman writer. This paper discusses the ideal women’s discourse in Serat Wulang Putri using the approach of critical discourse analysis from van Dijk. The analysis is conducted by considering the text’s microstructure, macrostructure, and cultural context. Through the analysis, we can see the ideal discourse of Javanese women based on Serat Wulang Putri. Furthermore, the text discusses women as figures who must pay attention to their attitudes and behavior, and can control their hearts, minds, and feelings. In this case, the author uses the male point of view to describe the characteristics of ideal Javanese women. Javanese women are also described as a weak figure and must obey what men command or expect from them.
DEIKSIS PERSONA DAN KONSTRUKSI SUBJEK PENGUJAR DALAM TEKS ĀDIPARWA Fitriana, Atin
MABASAN Vol. 17 No. 2 (2023): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i2.803

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan deiksis persona pada sebuah tuturan dalam teks Ādiparwa. Teks Ādiparwa merupakan teks berbahasa Jawa Kuno yang terdiri atas banyak cerita dan banyak tokoh di dalamnya. Pada sebuah tuturan di dalam teks Ādiparwa, seorang tokoh dapat menggunakan beberapa bentuk pronomina persona bahasa Jawa yang berbeda untuk mengacu kepada dirinya atau kepada mitra tuturnya. Penggunaan beberapa pronomina persona yang berbeda dalam satu tuturan tidak lazim dalam beberapa bahasa, seperti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Akan tetapi, ketidaklaziman tersebut banyak ditemukan di dalam teks Ādiparwa yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengonstruksian pronomina persona oleh penutur di dalam teks Ādiparwa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks Ādiparwa. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori deiksis persona (Fillmore, 1975) dan implikatur (Horn, 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penggunaan pronomina persona bergantung pada motivasi penutur dan konteks tuturan, seperti motivasi untuk menunjukkan kedudukan penutur terhadap mitra tuturnya dan dalam konteks untuk mengungkapkan rasa terima kasih, memohon, meminta pertolongan, dan menyindir. Selain itu, penggunaan pronomina persona dalam sebuah tuturan juga diperlukan bagi penutur dalam mengonstruksikan dirinya di hadapan mitra tuturnya. Seorang penutur dapat secara berbeda-beda mengonstruksikan dirinya di hadapan mitra tuturnya dalam satu tuturan yang sama.
Variasi Leksikal Bahasa Jawa di Media Sosial X Kartika, Nia Widi; Fitriana, Atin
MABASAN Vol. 19 No. 1 (2025): Mabasan 19 (1)
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i1.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi leksikal bahasa Jawa di media sosial X. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data yang berasal dari akun autobase, yaitu @sbyfess, @SoloMenfess, @SmgMenfess2, dan @PLAT_Gstory. Keempat akun tersebut merupakan akun yang berbeda dan digunakan untuk mewakili penggunaan bahasa Jawa di wilayah yang berbeda. Akun @sbyfess digunakan untuk mewakili penggunaan bahasa Jawa di Surabaya. Akun @SoloMenfess digunakan untuk mewakili penggunaan bahasa Jawa di Solo. Akun @SmgMenfess2 digunakan untuk mewakili penggunaan bahasa Jawa di Semarang. Akun @PLAT_Gstory digunakan untuk mewakili penggunaan bahasa Jawa di Pekalongan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik crawling. Pada proses penyediaan data penelitian ini memanfaatkan aplikasi Antconc. Data penelitian ini berupa kata dengan variasi leksikal beserta variasi transkripsi grafemisnya. Penelitian ini membatasi pengambilan data dengan mengambil sampel kata yang memiliki frekuensi kemunculan terbanyak. Penelitian ini menemukan adanya variasi leksikal pada pronomina persona, kata sapaan, verba, dan adverbia dengan berbagai variasi transkripsi grafemnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa di media sosial cenderung cair dan tidak mengenal batas antara dialek satu dengan dialek lainnya.
Studi Diakronis Pronomina Persona Pertama aku dan kami dalam Bahasa Jawa Fitriana, Atin
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 1 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i1.536

Abstract

In Old Javanese, the personal pronouns aku and kami can appear simultaneously in a speech and refer to the same person. However, in Modern Javanese first-person pronouns of kami are no longer used in daily conversation; while aku was also limited in the ngoko register. This research focuses on changing the grammatical aspects of the personal pronouns aku and kami diachronically using a grammaticalization and corpus linguistics approach (Mair, 2004; 2012). The data sources used in this research come from literary texts in the form of prose and poetry from the 10th century to the 21st century. In this research, Antconc is used as a data processing tool by utilizing the concordance and frequency row features. Based on frequency, the use of the personal pronouns aku and kami competed with each other from the 10th century to the 18th century. The personal pronouns aku and kami also undergo grammatical development. Bound forms of personal pronouns aku and kami can be attached to nouns, verbs, and prepositions. However, in their development, the bound form can only be attached to nouns. The ability of the bound forms of the pronouns aku and kami to attach to verbs and prepositions is discontinued.
Satuan Lingual -e dalam Bahasa Jawa Cirebon Haryanti Azzahra, Fina; Fitriana, Atin
Linguistik Indonesia Vol. 44 No. 1 (2026): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v44i1.861

Abstract

Satuan lingual -e bahasa Jawa Cirebon memiliki dua alomorf), yaitu -e dan -ne. Berdasarkan buku Tata Bahasa Jawa Mutakhir, alomorf -e dapat melekat pada kata berakhiran fonem konsonan dan alomorf -ne dapat melekat pada kata berakhiran fonem vokal. Akan tetapi, data bahasa Jawa Cirebon menunjukkan bahwa alomorf -e dan -ne dapat melekat pada kata yang berakhir dengan fonem vokal. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh fonem akhir kata terhadap alomorf  -e dan -ne dalam bahasa Jawa Cirebon dengan ragam sumber data yang berbeda. Sumber data ragam tulis berasal dari buku Kumpulan Jogregan dan Demang Karang Kletak (Naskah Drama Cerbonan). Sumber data ragam lisan berupa wawancara dan obrolan WhatsApp berbahasa Jawa Cirebon. Penyediaan data diproses menggunakan AntConc. Data pada penelitian ini adalah kata-kata berakhiran satuan lingual -e. Analisis dilakukan berdasarkan fonem akhir kata, suku kata, dan kategori. Penelitian ini menunjukkan bahwa -e dalam bahasa Jawa Cirebon tidak dipengaruhi oleh fonem akhir kata yang dilekati, sedangkan -ne mendapat pengaruh. Satuan lingual -e yang melekat pada fonem vokal mempengaruhi fonotaktik bahasa Jawa dan membentuk deret vokal baru.