Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kompetensi Komunikasi Pimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Di Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara Safnal Rasyad Kabu; Rudianto ,; Ribut Priadi
Persepsi: Communication Journal Vol 3, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/persepsi.v3i1.4409

Abstract

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara mempunyai tugas melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam wilayah kabupaten/kota berdasarkan kebijakan Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi dan ketentuan perundang-undangan yang tercantum dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1736, 2015, perihal Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang pembentukan, organisasi, dan tata kerja 33 (tiga puluh tiga) Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Untuk menjalankan amanat tersebut, diperlukan adanya komunikasi yang baik antara pimpinan terhadap para pegawai untuk meningkatkan kinerja institusi secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan survey dan penyebaran kuisioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara, berjumlah 63 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi pimpinan (X) memberikan pengaruh sebesar 70.7% terhadap kinerja pegawai (Y) sedangkan 29.3% merupakan pengaruh yang diberikan oleh faktor atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan kesimpulan penting bahwa hipotesis dalam penelitian ini telah terbukti bahwa kompetensi komunikasi pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Komunikasi Organisasi Antar Budaya di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara Rudianto Rudianto; Akhyar Anshori
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v5i1.5301

Abstract

This article is based on the background of the condition of organizational communication at the North Sumatra Education Quality Assurance Agency (LPMP) which involves staff with various cultural backgrounds. In particular, the difference between Civil Servants (PNS) who came from Java and those from North Sumatra. The main objective is to find out the patterns of interaction between civil servants from Java and local civil servants in the LPMP North Sumatra environment. This study was conducted through a qualitative method with an interpretive subjective approach in an effort to explain the phenomenon in depth through data collection by interview and observation. Data analysis in the form of inductive narrative through triangulation techniques. The results of this research found that due to differences in cultural backgrounds, civil servants from Java and local civil servants initially experienced problems in interacting. Civil servants from Java experienced a cultural shock in working at the North Sumatra LPMP because they entered a new place with a new culture from their place of origin. In their interactions, there is no marginalization between civil servants from Java and civil servants from Sumatra. Even though there are differences and conflicts, there is no time for exclusion of a civil servant because of his cultural and ethnic background.
Pemahaman Literasi Politik Pemilih Pemula dalam Upaya Pencegahan Informasi Hoax Pemilu 2024 Akhyar Anshori; Rudianto Rudianto; Jehan Ridho Izharsyah
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ji.v7i2.14727

Abstract

Beginner voters are part of the community who in their daily lives are inseparable from the use of gadgets or cell phones. The use of gadgets in the context of seeking information, especially political information, must be accompanied by the ability to digest any information obtained so that wrong information can be avoided. Through political literacy, an understanding of receiving political information obtained by first-time voters will be able to have a significant impact on the attitudes of first-time voters toward their political choices in the 2024 election. The purpose of this research is to determine the level of political understanding of first-time voters in Medan City through political literacy in dealing with the dissemination of hoax information on the 2024 election. This research was conducted using a quantitative approach involving 400 first-time voters. Data collection techniques were carried out using a questionnaire tool with data analysis carried out through single table analysis, simple linear regression, and Pearson correlation test. The results of the study found that the t value obtained through count was 7.118 ttable 1.9659 which means that there is an influence between political literacy variables on preventing the spread of hoax information on the 2024 election with a degree value of 0.336 units or 33.6% which is included in the weak category.
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DALAM MENINGKATKAN ELEKTABILITAS PADA PILKADA 2020 DI KOTA MEDAN Alan Bangun Siregar; Rudianto Rudianto; Rahmanita Ginting
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 1 (2023): Pebruari, 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i1.2023.280-287

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pesta demokrasi pada tahun 2020 yang lalu yaitu pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak dan dalam pemilihan calon kepala daerah di kota Medan diikuti oleh dua calon pasangan yaitu Boby Nasution dan Akhyar Nasution. Adapun tujuan dari penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik Partai Keadilan Sejahtera dalam meningkatkan elektabilitas pada Pilkada 2020 di Kota Medan serta menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan strategi komunikasi politik Partai Keadilan Sejahtera dalam meningkatkan elektabilitas pada Pilkada 2020 di Kota Medan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi komunikasi yang meliputi strategi penguatan, strategi bujukan, strategi rasionalisasi dan strategi konfrontasi.Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana untuk pengumpulan datanya peneliti lakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu PLT Dewan Perwakilan Daerah PKS Kota Medan, Sekretaris Tim Pemenangan pasangan AMAN, calon Wakil Walikota yang langsung mengikuti kontestasi pemilihan tersebut, dan satu informan triangulator yaitu Wakil BM Partai Amanat Nasional SUMUT. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada tiga jenis strategi komunikasi politik yang paling dominan digunakan oleh pihak PKS pada kontestasi pemilihan walikota yang lalu, yaitu Strategi rasionalisasi, strategi bujukan, dan strategi penguatan. Simpulan strategi rasionalisasi dilakukan dengan cara persuasif kepada masyarakat melalui aktivitas komunikasi door to door, Kata Kunci:  Strategi Komunikasi Politik, Pemilihan Walikota Medan, Partai Keadilan Sejahtera