A. Samik Wahab A. Samik Wahab
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studies of Blood Pressure in Primary School Children in a Rural Area in Indonesia A. Samik Wahab A. Samik Wahab
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 16, No 04 (1984)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.814 KB)

Abstract

Telah diukur tekanan darah pada 506 anak sekolah yang berumur antara 6-14 tahun dan terdiri atas 227 anak laki-laki dan 279 anak wanita. Sampel ini diambil secara duster dan acak dari suatu populasi anak sekolah di pedesaan. Tekanan darah ini diukur pada anak sekolah clari 17 sekolah dasar kecamatan Sewon, Bantu!, Daerah lstimewa Yogyakarta. 17 sekolah ini merupakan sampel dari seluruh sekolah dasar yang ada di kecamatan Sewon.Alat yang dipakai untuk mengukur adalah sphygmomanometer bahan air raksa, dan pengukuran dilakukan oleh hanya sacs orang. Semua anak mula•mula diukur tekanan darahnya pada posisi duduk, kemudian pada posisi telentang.Hasilnya pada posisi duduk tekanan darah sistolik berbeda secara bermakna antara anak lakilaki dan wanita, kecuali pada anak umur 6 tahun. Demikian juga tekanan darah diastolik, kecuali pada anak umur 14 tahun.Tekanan darah pada posisi duduk dan tidur berbeda bermakna balk pada laki-laki maupun pada wanita.Key Words: blood pressure - rural primary school children - systolic pressure - diastolic pressure
Insidensi streptococcus beta-haemolyt cus pada anak dengan pharyngitis A. Samik Wahab A. Samik Wahab
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 9, No 03 (1977)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.986 KB)

Abstract

Pharynx-swabs using filter paper strip method were done on children with pharyngitis, and 3,8% positive Streptococcus beta-haemolyticus group A and 4,8% positive non-group A werefound.Clinical manifestations were: fever (100%), hyperaemic pharynx with exudate 54%, without exudate 46% and with cough 27%. Blood examinations were done on 40 positive cases of which 60% showed leucocytosis.Months with a high incidence were: January — February 27%, May — June 36% and September' — October 27%.
Streptococcal Infection A. Samik Wahab A. Samik Wahab
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 6, No 03 (1974)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.257 KB)

Abstract

Pharingitis karena Streptococcus punya hubungan erat dengan terjadinya glomerulonephritis dan demam rheumatik. Incidensnya bevariasi antara 0,3 - 3%. Di Indonesia incidens demam rheumatik masih tinggi, sehingga dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa inciderns infeksi streptococcus juga tinggi.dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa incidens infeksi streptococcus juga tinggi.Gejala klinis dari pharingitis karena steptococcus tidak khas, sehingga sukar untuk didifferensiasi dengan pharingitis karena virus. Ada tiga tingkatan gejala klinis, yalah berat, medium dan ringan, dan semuanya ini dapat merupakan pendahuluan dari demam rheumatik.Infeksi streptococcus yang berulang-ulang akan memberatkan kerusakan valvula pada kelainan jantung rheumatik, sehingga pada kelainan ini perlu dilakukan profilaksi. Tapi profilaksi ini tak perlu dikerjakan pada penderita glomerulonephritis, karena padanya infeksi ulang tak memberatkan.Bakteri streptococcus dapat diklasifikasikan sebagai berikut:a). Didasarkan pada sifat-sifat haemolisisnya pada agar darah kambing, maka bakteri ini diberi nama: alpha-, beta-, dan gamma-haernolisis.b). Didasarkan pada test serologis maka diberi nama grup A — Q (tanpa I dan J), sedang grup A sendiri dibagi jadi paling sedikit 45 tipe (subgrup).Strain group A dapat melepaskan sejumlah antigen extracellular.Pengobatan: Bila kita melakukan pengobatan awal dan cukup berarti kita mencegah terjadinya demam rheumatik dan kelainan jantung rheumatik. Obat-obat yang paling baik untuk infeksi ini yalah: penicilin, erythromycin dan Lincomycin. Sulfa tidak dapat digunakan sebagai pengobatan, karena resikonya lebih besar daripada kegunaanya. Tapi sulfa dapat digunakan sebagai profilaksi.
Pericarditis With Effusion in Children A. Samik Wahab A. Samik Wahab
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 6, No 01 (1974)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.83 KB)

Abstract

Two cases of pericarditis with effusion admitted to the Department of Child Health, Gadjah Mada University Hospital were presented. The suspicion was based on the presence of pericardial friction rub for the first case, and the presence of cardiac enlargement and liquid line (on X-ray) for the second case. Pericardiocentesis was performed to confirm the diagnosis and for treatment.An accurate etiological diagnosis could not be made due to lack of laboratory facilities. The treatment was based on clinical and pathological findings