Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KINERJA DAN SALURAN PEMASARAN BERAS DI KECAMATAN SEBATIK BARAT PULAU SEBATIK CW, Dewi Elviana Cahyaning; MS, Etty Wahyuni; Kusnandar, Hasan Fahmi
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v7i1.5161

Abstract

Beras adalah makanan pokok yang penting bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Perdagangan membentuk saluran distribusi beras dari petani ke konsumen. Struktur pasar yang terbentuk akan menentukan sistem penetapan harga komoditi yang dipengaruhi lembaga yang terlibat dan posisi lembaga tersebut pada pasar. Salah satu sentra pengembangan sektor pertanian di Pulau Sebatik adalah Kecamatan Sebatik Barat. Kecamatan Sebatik Barat merupakan wilayah pengembangan usahatani padi. Padi merupakan jenis komoditi yang baru dikembangkan oleh petani di Desa Binalawan, yang sebelumnya didominasi komoditi kelapa sawit dan kakao. Petani padi di Kecamatan Sebatik Barat umumnya bersifat subsisten dan menerima harga pasar. Keterbatasan pengetahuan kelayakan usahatani dan informasi pasar menjadi kelemahan yang memperlemah posisi tawar petani. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji struktur, perilaku, dan kinerja pemasaran beras di Kecamatan Sebatik Barat. Metode peneltian yang digunakan adalah sensus. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pasar membentuk dua saluran pemasaran yaitu Saluran 1(petani – pedagang pengecer – konsumen akhir) Saluran 2(petani – pedagang pengepul – pedagang pengecer – konsumen akhir).  Secara umum, tingkat efisiensi pemasaran beras pada setiap saluran pemasaran yang terbentuk di Kecamatan Sebatik Barat termasuk dalam kategori efisien.
KERAGAAN PENDAPATAN PETANI LAHAN KERING DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN MS, Etty Wahyuni
Agrin Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2010.14.2.109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keragaan Pendapatan Petani di lahan keringberdasarkan umur petani, tingkat pendidikan, luas lahan, jumlah tanggungan, usahatani dan non usahatani.Penelitian telah dilaksanakan pada petani lahan kering di Mamburungan Timur dan Kampung Enam pada bulanOktober sampai Desember 2008, dengan penelitian kombinasi antara penelitian menerangkan dan penelitiandeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur rata-rata petani secara umum adalah 48-53 tahun,menunjukkan bahwa petani dalam usia produktif, tingkat pendidikan secara umum adalah SMP (42,5%)menunjukkan kondisi yang cukup memadai untuk menerima serta menerapkan paket teknologi, luas lahanberagam dari dari 1-5 ha tetapi belum diusahakan maksimal oleh petani, jumlah tanggunganper kk petani antara4-5 orang-orang, sumber pendapatan petani masih bertumpu pada sektor pertanian khususnya komoditashortikultura sayur-sayuran dan buah-buahan dan campuran antara hortikultura dan tanaman pangan( 72,5%)hanya 27,5% menjawab memiliki usaha lain diluar sektor pertanian, sedangkan tingkat pendapatan petaniberkisar dari Rp. 750.000-Rp. 1.000.000 per bulan. Analisis model menggunakan metode Chi-Squaremenunjukkan bahwa umur, luas lahan dan sumber pendapatan memiliki hubungan dengan tingkat pendapatanpetani, namun tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan terhadap tingkat pendapatan petani.Kata kunci: pendapatan petani,karakteristik petani, pertanian lahan kering ABSTRACTThis research aimed to identify the Income Performance of Farmers Dryland pursuant to characteristic offarmer cover age, mount education, wide farm, sum up responsibility, source of earnings and mount earnings.This research have been done for farmers dryland in chief of village Mamburungan and Kampung Enam onOctober until December 2008, with combination between explanatory research and descriptive research. Resultof research indicate that age of farmer in general range from 48-53 year representing productive age, mounteducation in general SMP (42,5%) representing condition which adequate enough to accept and also applytechnological packet fomentation, wide farm range from 1-5 ha but not yet maximal laboured by farmer, whileamount of responsibility per kk of farmer of responder between 4-5 people. Source of Earnings of farmer still beconvergent effort agriculture chosenly commodity of horticulture of vegetables and fruits or joined to plant foodcrop (72,5%) only 27,5% responder owning the effort peripheral outside agricultural activity, while storey ;level of earnings of farmer of responder range from Rp. 750.000-Rp. 1.000.000 per month. The model foranalysis was that of Chi-Square method show there are relation between age, wide farm and source of earningsto storey ; level of earnings of responder farmer, but mount education not own relation with storey; level ofearnings of responder farmer.Keyword : mount earnings, farmer characteristic, dry farming