Pandemi COVID-19 telah menyebabkan berbagai rumah sakit di dunia mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan karena jumlah pasien melonjak dengan waktu singkat. Pandemi yang meluas dengan mortalitas yang tinggi di berbagai belahan negara mengakibatkan rawat inap pasien karena penyakit COVID-19 menjadi tinggi sehingga biaya perawatannya pun mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis biaya pengobatan pasien rawat inap COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan penelitian observasional cross sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari data rekam medis dan tagihan biaya rill pasien sebanyak 96 sampel dalam periode Juli – Desember 2021. Analisis dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 26 untuk menguji signifikansi antara variabel jenis kelamin, usia, status komorbid, Length of Stay (LOS), dan derajat keparahan dengan total biaya langsung pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya pasien COVID-19 berdasarkan derajat keparahannya yaitu pasien COVID-19 derajat ringan sebesar Rp.21.465.727, pasien COVID-19 derajat sedang sebesar Rp. 22.920.429, dan pasien COVID-19 derajat berat yaitu sebesar Rp.67.379.194. Adapun variabel yang berhubungan signifikan adalah status komorbid (p – value 0,017), Length of Stay (LOS) (p – value 0,000), dan derajat keparahan (p – value 0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan signifikan yaitu jenis kelamin (p – value 0,363) dan usia (p – value 0,099). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan biaya pengobatan pasien COVID-19 di RSUP Fatmawati Jakarta adalah status komorbid, Length of Stay (LOS) dan derajat keparahan.