Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Representation of Racism in the Film "Till" Stara Asrita; Muhammad Syah Tegar Alreswara; Deani Prionazvi Rhizky
Journal of Content and Engagement Vol 1 Issue 3 (2023): December 2023
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/joce.1.3.169-182

Abstract

The purpose of this study is to answer how signifier and signified are displayed in the film "Till" and what are the representations of racism contained in the film "Till". The data studied is in the form of pieces of images, sounds, text or sounds contained in the film "Till". This study is using Saussure's semiotics. It will help analyse media texts with a set of signs that have various meanings. The result of this study shows that the film "Till" contains acts of racism based on Henry and Tator's theory in the form of Individual Racism and Systemic Racism. This theory is divided from Internalized Racism, Interpersonal Racism, Institutional Racism and Structural Racism. Researchers examine each component of the types of racism such as reactions, associations, perspectives, identity, labelling, stereotypes, separatism, and discrimination.
The Identity Construction of BTS Fans on Whatsapp Group Stara Asrita
Jurnal Komunikasi Global Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v12i2.34056

Abstract

One of the phenomena of fandom fanaticism in Indonesia is the Korean boyband BTS, with fans known as Army. There are several BTS fan communities in Indonesia, one of which is BTS Army Indonesia Animo (BAIA), based in Jogja. This research aims to understand how the identity construction of the Army unfolds within the BAIA Jogja WhatsApp group. The theoretical framework employed is Peter L. Berger's social construction, involving three analytical stages: externalization, objectivation, and internalization. Utilizing virtual ethnography, the study includes interviews with four community members as informants. The researcher also directly observed the WhatsApp group and documented data collection. The findings reveal that Army members began to admire BTS for their handsomeness, easily relatable songs, and captivating stage presence during the externalization process. Each Army member adapted to communicate effectively within the WhatsApp group in the objectivation stage. In the internalization stage, the sense of connection between Army and BTS members is powerful. This bond is so strong that Army members perceive BTS as their boyfriends or husbands. Salah satu fenomena tentang fanatisme fandom di Indonesia adalah boyband dari Korea yang bernama BTS yang memiliki penggemar bernama Army. Di Indonesia, ada beberapa komunitas fans BTS, salah satunya adalah BTS Army Indonesia Animo (BAIA) yang berbasis di Jogja. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana konstruksi identitas Army di WhatsApp grup BAIA Jogja. Teori yang digunakan adalah konstruksi sosial Peter L. Berger dengan tiga tahap analisis yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi virtual dengan melakukan wawancara kepada empat informan yang merupakan anggota komunitas. Peneliti juga melakukan pengamatan langsung di WhatsApp grup dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses eksternalisasi, Army mulai menyukai BTS karena mereka tampan, lagu-lagu mereka mudah untuk didengarkan dan penampilan menarik ketika di panggung. Tahap objektivasi, masing-masing Army harus beradaptasi dengan anggota lain ketika berkomunikasi di WhatsApp grup. Tahap internalisasi, perasaan memiliki antara Army dan anggota BTS sangat kuat. Begitu kuatnya hubungan tersebut, para Army menganggap bahwa anggota BTS adalah pacar atau suami mereka.
DISKURSUS FEMINISME PEREMPUAN PADA ABAD 19 DALAM FILM “LITTLE WOMEN” Dwi Pela Agustina; Stara Asrita
Metacommunication: Journal of Communication Studies Vol 8, No 1 (2023): MARET
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v8i1.15654

Abstract

 This study aims to find out how the discourse of 19th century women in Little Women movie. The analytical method is using critical discourse analysis method of Norman Fairclough's model with three dimensional models, dimensions of text, discourse practice and socio-cultural practice.  The results show that the emerging feminist discourse is liberal feminism.  The text dimension shows that Jo March not wanting to get married, struggling alone, being able to be empowered with his own abilities.  The dimension of discourse practice was not yet able to accept women to appear in public spaces, receive inadequate education and limited employment opportunities.  The socio-cultural practice, the people is still in the patriarchal ideology that dominates every level. 
Iqamah.Id: Media Aktivisme Kelompok Islam Inklusi Sebagai Ruang Aman Beragama Stara Asrita
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3823

Abstract

Queer adalah salah satu isu yang masih dianggap tabu di Indonesia bahkan sering menjadi kelompok yang terdiskriminasi. Mereka membutuhkan tempat untuk saling menerima sehingga dibutuhkan media sebagai wadah aspirasi. Iqamah (Indonesian Queer Muslims and Allies) adalah komunitas yang dibentuk untuk menciptakan ruang aman beribadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang aman seperti apa yang dibangun Iqamah melalui media aktivisme. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Teori yang digunakan adalah Media Aktivisme Christian Fuchs untuk menganalisis media-media apa saja yang digunakan Iqamah dalam membangun ruang aman beragama. Hasilnya Iqamah menggunakan Instagram, zoom dan zine sebagai media untuk membuat ruang aman bagi kelompok queer muslim beribadah. Kegiatan yang dilakukan yaitu Ngaji Inklusi dan Kursus seni. Selain itu, Iqamah juga melakukan gerakan sosial perubahan dengan komunitas lain di negara lain seperti Maruf Foundation, Balkan Queer Muslims, Quasa (Singapura), Desi Shia Queer Collective (India), Queer Muslim Network Toronto (Kanada), Queer Muslim Circle, Jummah for All Collective, Queer Muslim of Boston, Utah Queer Muslims, Noor Seattle dan Queer Muslim of Central Texas (Amerika Serikat).
Pembuatan Video Klip sebagai Media Promosi Komunitas “Ketjil Bergerak” Stara Asrita
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v2i1.589

Abstract

Ketjil Bergerak adalah sebuah komunitas di Yogyakarta yang memperhatikan pendidikan untuk anak-anak. Sejak tahun 2008, komunitas Ketjil Bergerak ini memilih kesenian sebagai media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pendidikan. Namun belum banyak masyarakat yang mengetahui kegiatan komunikasi ini. Sehingga pengabdi memiliki solusi menggunakan kesenian sebagai media penyampaian dan pengantar gagasan yang cukup menarik. Pengabdi melihat dan menyadari kesempatan bahwa Ketjil Bergerak sedang membutuhkan bantuan publikasi melalui video klip lagu baru mereka yang berjudul “Ada Cinta di Desa” untuk program Sekolah Desa. Pembuatan video klip ini juga sekaligus media promosi kepada masyarakat yang belum mengenal Sekolah Desa yang dijalankan oleh komunitas Ketjil Bergerak. Hasilnya, pembuatan video klip dilakukan di Desa Ngrawan, Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 4 – 6 Juni 2021 dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai talent. Pemilihan lokasi ini karena Desa Ngrawan adalah salah satu desa wisata di Jawa Tengah dan merupakan desa binaan dari komunitas Ketjil Bergerak. Proses pembuatan video klip ini adalah pra produksi seperti diskusi dengan komunitas Ketjil bergerak, pembagian tugas, penentuan ide konsep video klip, membuat storyboard, dan casting talent. Produksi, yaitu proses pengambilan gambar. Pasca produksi, melakukan proses editing dan revisi, kemudian serah terima video klip kepada Ketjil Bergerak melalui zoom.
Studi Resepsi Terhadap Metafora Visual dalam Webtoon “Eleceed” Fadiya Ahsani; Stara Asrita
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Popularitas platform Webtoon di Indonesia, khususnya pada genre aksi-fantasi seperti Eleceed, belum sepenuhnya diikuti oleh kajian empiris mengenai penerimaan audiens terhadap elemen visual, terutama metafora visual dalam narasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna audiens terhadap metafora visual menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis resepsi Stuart Hall. Data penelitian berupa panel episode 305, 161, dan 350 yang dipilih secara purposif berdasarkan representasi tiga bentuk metafora visual, yaitu juxtaposisi, penggantian, dan fusi. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) terhadap tiga mahasiswa dengan teknik Apropriasi Minus One untuk memisahkan unsur gambar dan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mampu memahami makna dominan yang dikodekan kreator, tetapi menunjukkan posisi penerimaan yang berbeda, yaitu dominan, negosiasi, dan oposisi, dipengaruhi oleh latar belakang kognitif serta preferensi genre.
Pelatihan Desain Grafis dan Lomba Poster Untuk Meningkatkan Kreatifitas Siswa dalam Kegiatan Belajar Siswa di SMA Kolombo Yogyakarta Arunnisa Najla Romadon; Wanda Ananta Dewi; Nur Afifa Azzahra; Anissa Oktaviona Hapsari; Dastin Eka Saputra; Mahbobi Mahbobi; Habibie Putra Al Rislan; Muhammad Rizki Daffansyah; Muhammad Haris Taufiqurrahman; Stara Asrita; Erfina Nurussa'adah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3948

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilakukan di SMA Kolombo Yogyakarta ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan digital, serta partisipasi aktif siswa melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Rangkaian program yang telah dilaksanakan meliputi pelatihan desain grafis dan lomba poster. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pelatihan desain grafis yang membekali peserta dengan keterampilan dasar komunikasi visual menggunakan platform Canva. Program dilanjutkan dengan Lomba Poster bertema "Meneladani Semangat Pahlawan untuk Membangun Negeri di Masa Kini". Hasil pengabdian ini memberikan fasilitas kepada siswa untuk paktik langsung bagaimana membuat poster setelah mendapatkan pelatihan desain grafis. Siswa diharapkan dapat menunjukkan peningkatan dalam kemampuan teknis (hard skills) berupa penguasaan desain grafis, serta pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills) seperti kerja sama tim, komunikasi interpersonal, dan kepercayaan diri.