Penggunaan teknologi informasi dalam perbankan semakin berkembang. Salah satuproduk teknologi tersebut adalah internet banking. Produk ini dirancang untukmemudahkan nasabah mengakses layanan perbankan. Penelitian ini menyelidikifaktor-faktor yang memengaruhi minat nasabah untuk menggunakan internet banking.Tiga teori perilaku konsumen dirujuk sebagai landasan teori yaitu Model PenerimaanTeknologi (Technology Acceptance Model, TAM)) dari Davis (1989), Persepsi Penggunatentang Keamanan Ber-Internet (Perceived Web Security, PWS) dari Salisbury et al.(2001) dan Teori Sikap dari Fishbein & Ajzen (1980) sebagai variabel-variabel prediktornya.Data dikumpulkan melalui formulir kuesioner yang diisi oleh 210 responden dandiolah secara statistik melalui uji validitas realibilitas, uji normal, analisa deskriptif,analisa korelasi dan regresi. Berhubung penyebaran datanya tidak berbentuk loncengmaka analisa statistik yang digunakan non-parametrik. Hasil riset ini menemukanbahwa dua faktor TAM yaitu faktor guna/manfaat (perceived usefulness, PU), faktorkemudahan (perceived ease of use, PEoU) berhubungan secara positif dan signifikandengan sikap nasabah terhadap internet banking. Melalui analisa regresi logistikberganda, sikap dan faktor PWS diregresi terhadap perilaku minat menggunakan.Hasilnya, hanya faktor keamanan saja yang berpengaruh secara signifikan terhadapminat menggunakan. Dengan kata lain, sikap nasabah terhadap obyek internetbanking tidak memengaruhi perilaku minat nasabah untuk menggunakan. Sebaliknya,faktor keamanan menggunakan internet banking berpengaruh secara signifikan danhubungannya positif terhadap perilaku minat nasabah untuk menggunakan internetbanking. Sebagai implikasinya, bagi nasabah, faktor keamanan merupakan sesuatuyang menjadi perhatian utamanya sehingga ketersediaan sejumlah tertentu fitur-fituryang bersifat melindungi dari resiko kesalahan, kekeliruan, dan kejahatan perbankanberdampak positif terhadap peningkatan minat menggunakan internet banking.