Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ORIENTASI NILAI BUDAYA PADA KONDISI INEQUALITY: Studi Pada Komunitas yang Berpotensi Konflik Seputar Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) Asriawandari, Hesti
Jurnal Ilmu Budaya Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jib.v12i2.1112

Abstract

This paper seeks to study the anomic behavior that emerges from and thet value orientation that precedes the latent intercomrnunity conflict in thi: regions affected by the expansion of the Tesso Nilo National Park ir Pelalawan regency, Riau province. In accordance with Johan Galtung: theory of conflict and violence, this paper will expose the cultural ana structural violence that creates an invisible conflict in the society. r1 structural analysis will explain the existence of pressures on any attempt le achieve welfare and the difference in subsistence ability. On the other hand a cultural analysis will discuss the value orientation differences between communities that disrupt social relation and integration. Adaptive behavior that emerges from any social inequality is preceded by a value orientation system and communal attitude.
Mekanisme Survival Pengemis Di Kota Pekanbaru Aufa, Minatalia; Asriawandari, Hesti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang yang mendorong seseorang menjadi pengemis serta untuk menjelaskan cara pengemis bertahan (Mekanisme Survival) dalam kehidupan di perkotaan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yaitu dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pengemis dengan beragam karakteristik terkecuali anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang yang mendorong seseorang menjadi pengemis adalah dikarenakan keterbatasan yang dimiliki meliputi keterbatasan ekonomi, pendidikan dan keterampilan, diajak teman dan peluang hasil. Mekanisme survival yang dilakukan diantaranya yaitu survive dengan kebutuhan pangan dengan menghemat pengeluaran uang belanja, alternatif subsitensi lain yaitu dengan anggota keluarga lain membantu mencari nafkah dan pengemis memiliki pekerjaan sampingan serta jaringan sosial seperti mendapat bantuan dari pemerintah.