Abdul Salam M. Sofro Abdul Salam M. Sofro
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Icterus Neonatorum Akibat Gangguan Metabolisme Karbohidrat Dalam Eritrosit Abdul Salam M. Sofro, Abdul Salam M. Sofro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 12, No 01 (1980)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.305 KB)

Abstract

Neonatal jaundice is not uncommonly found in newborn infants during the first few days of life. Usually the jaundice is mild. However, in a relatively small number of cases, the jaundice would progressively increase. Hyperbilirubinemia is observed in this clinical situation.In general it may be said that hyperbilirubinemia is due either to excessive erythrocyte breakdown which results in an increase of indirect reacting bilirubin in the blood, or to the failure of conversion of indirect reacting bilirubin to the direct reacting bilirubin.It has been known that carbohydrate metabolism is the constant source of metabolic power which is required by the human red cell in order to survive in the circulation and maintain its function. Metabolic defects in the red cells may result in premature ageing of the erythrocytes and consequently hemolysis and hyperbilirubinemia occur.Key Wards: neonatal jaundice - hyperbilirubinemia - erythrocyte breakdown - indirect reacting bilirubin - direct reacting bilirubin
Trait genetik biokimia yang berkaitan dengan malaria pada penduduk P. Alor. keuntungan lain terhadap virus hepatitis-B? Abdul Salam M. Sofro, Abdul Salam M. Sofro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.631 KB)

Abstract

Meskipun secara geografis, budaya dan antropologi ragawi orang Alor berhubungan erat dengan penduduk Nusa Tenggara Timur lainnya yang berada dalam Master Indonesia timur, tetapi dengan analisis jarak genetik mereka berada sedikit di luar. Namun demikian secara umum populasi Indonesia khususnya populasi di Nusa Tenggara telah lama terpapar.faktor seleksi alam yang kurang lebih sama yaitu malaria. Di samping itu, kawasan ini dikenal memiliki prevalensi infeksi virus hepatitis B (HBV) cukup tinggi.Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat trait genetika biokimia yang mencirikan pola klinal populasi di Indonesia Berta yang barangkali menawarkan keunggulan selektif terhadap malaria yang merupakan salah satu faktor seleksi alam utama di daerah Alor. Di samping itu juga akan dipelajari kemungkinan antaraksi trait genetik tersebut dengan hepatitis.Hasil pemeriksaan sistem golongan darah ABO menunjukkan tingginya frekuensi golongan darah 0 (49,18%), sedangkan A dan B masing-masing 24,59°.6 dan 23,77%. Hasil ini agak berbeda dengan distribusi di Yogyakarta dengan populasi yang lebih Mongolid dengan frekuensi golongan darah B agak tinggi (29,23%) sebagaimana kebanyakan populasi Asia Tenggara. Dari tiga trait yang terkail dengan malaria, lidak satupun HbE atau pengemban thalassemia-fi ditemukan dari 122 subjek yang diperiksa. Namun demikian, kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) ditemukan pada 8 subjek (6,6%) dan ovalositosis pada 15 subjek (12.3%). Dari pemeriksaan HBsAg yang dapat dilakukan pada 109 subjek, didapatkan 13 subjek dengan HBsAg positif. Yang menarik,.dari 7 subjek dengan kekurangan G6PD hanya satu subjek menunjukkan HBsAg positif, sementara tidak satupun dari 8 subjek ovalositosis menunjukkan HbsAg positif. Meskipun secara statistik tidak bermakna, kemungkinan bahwa gena mutan khususnya untuk ovalositosis memiliki keunggulan selektif terhadap infeksi hepatitis perlu dipikirkan. Mungkin saja bahwa gena mutan diekspresikan di sel hati yang menyebabkan gangguan adsorbsi dan penetrasi virus ke dalam sel hati. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan fenomena yang menarik ini.Key words : biochemical genetic trait - glucose-6-phosphatedehydrogenase deficiency - ovalositosis--p. thalassemia
Trait genetik biokimia yang berkaitan dengan malaria pada penduduk P. Alor. keuntungan lain terhadap virus hepatitis-B? Abdul Salam M. Sofro Abdul Salam M. Sofro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 27, No 02 (1995)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.631 KB)

Abstract

Meskipun secara geografis, budaya dan antropologi ragawi orang Alor berhubungan erat dengan penduduk Nusa Tenggara Timur lainnya yang berada dalam Master Indonesia timur, tetapi dengan analisis jarak genetik mereka berada sedikit di luar. Namun demikian secara umum populasi Indonesia khususnya populasi di Nusa Tenggara telah lama terpapar.faktor seleksi alam yang kurang lebih sama yaitu malaria. Di samping itu, kawasan ini dikenal memiliki prevalensi infeksi virus hepatitis B (HBV) cukup tinggi.Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat trait genetika biokimia yang mencirikan pola klinal populasi di Indonesia Berta yang barangkali menawarkan keunggulan selektif terhadap malaria yang merupakan salah satu faktor seleksi alam utama di daerah Alor. Di samping itu juga akan dipelajari kemungkinan antaraksi trait genetik tersebut dengan hepatitis.Hasil pemeriksaan sistem golongan darah ABO menunjukkan tingginya frekuensi golongan darah 0 (49,18%), sedangkan A dan B masing-masing 24,59°.6 dan 23,77%. Hasil ini agak berbeda dengan distribusi di Yogyakarta dengan populasi yang lebih Mongolid dengan frekuensi golongan darah B agak tinggi (29,23%) sebagaimana kebanyakan populasi Asia Tenggara. Dari tiga trait yang terkail dengan malaria, lidak satupun HbE atau pengemban thalassemia-fi ditemukan dari 122 subjek yang diperiksa. Namun demikian, kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) ditemukan pada 8 subjek (6,6%) dan ovalositosis pada 15 subjek (12.3%). Dari pemeriksaan HBsAg yang dapat dilakukan pada 109 subjek, didapatkan 13 subjek dengan HBsAg positif. Yang menarik,.dari 7 subjek dengan kekurangan G6PD hanya satu subjek menunjukkan HBsAg positif, sementara tidak satupun dari 8 subjek ovalositosis menunjukkan HbsAg positif. Meskipun secara statistik tidak bermakna, kemungkinan bahwa gena mutan khususnya untuk ovalositosis memiliki keunggulan selektif terhadap infeksi hepatitis perlu dipikirkan. Mungkin saja bahwa gena mutan diekspresikan di sel hati yang menyebabkan gangguan adsorbsi dan penetrasi virus ke dalam sel hati. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menjelaskan fenomena yang menarik ini.Key words : biochemical genetic trait - glucose-6-phosphatedehydrogenase deficiency - ovalositosis--p. thalassemia
Icterus Neonatorum Akibat Gangguan Metabolisme Karbohidrat Dalam Eritrosit Abdul Salam M. Sofro Abdul Salam M. Sofro
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 12, No 01 (1980)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.305 KB)

Abstract

Neonatal jaundice is not uncommonly found in newborn infants during the first few days of life. Usually the jaundice is mild. However, in a relatively small number of cases, the jaundice would progressively increase. Hyperbilirubinemia is observed in this clinical situation.In general it may be said that hyperbilirubinemia is due either to excessive erythrocyte breakdown which results in an increase of indirect reacting bilirubin in the blood, or to the failure of conversion of indirect reacting bilirubin to the direct reacting bilirubin.It has been known that carbohydrate metabolism is the constant source of metabolic power which is required by the human red cell in order to survive in the circulation and maintain its function. Metabolic defects in the red cells may result in premature ageing of the erythrocytes and consequently hemolysis and hyperbilirubinemia occur.Key Wards: neonatal jaundice - hyperbilirubinemia - erythrocyte breakdown - indirect reacting bilirubin - direct reacting bilirubin