Farikhul Anwar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DO’A PARA NABI YANG DIABADIKAN AL-QUR’AN (Adam, Nuh, Hud, Salih}, Ibrahim, Lut, dan Isma‘il) Farikhul Anwar; Priytna
Bahasa Indonesia Vol 7 No 2 (2021): TASAWUF DAN TRADISI KEAGAMAAN LOKAL
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.3 KB) | DOI: 10.53429/spiritualis.v7i2.343

Abstract

Umat Islam meyakini doa yang terbaik adalah bersumber dari al-Qur’an. Di dalamnya ada banyak contoh doa para nabi yang diabadikan. Artikel ini membahas tentang doa para nabi yang diabadikan al-Qur’an dengan metode tematik serta diurutkan dengan pendekatan naratologi al-Qur’an. Pembatasan dalam penelitian ini hanya menjelaskan doa yang dipanjatkan oleh tujuh nabi yaitu Adam, Nu>h}, Hu>d, S{a>lih}, Ibra>hi>m, Lu>t} dan Isma>‘i>l. Hasil penelitian ini adalah nabi Adam berdoa dalam masalah menyesali kesalahan dan memohon ampunan Allah. Nabu Nu>h} memohon kepada Allah supaya keluarganya diselamatkan dari banjir bandang. Ia juga yang mengajarkan tata cara berdoa saat akan naik perahu atau kendaraan. Nabi Nu>h} juga memohon supaya orang-orang kafir itu dimusnahkan karena mereka akan menyesatkan umat manusia. Nabi Hu>d memohon kepada Allah dalam persoalan berserah diri dan meminta keselamatan dari ancaman kaumnya. Nabi S{a>lih berharap supaya kaumnya meninggalkan sesembahan apapun selain Allah. Nabi Ibra>hi>m memohon kepada Allah supaya negeri Mekah aman sentosa, penduduknya dikarunia banyak rezeki dan buah-buahan, umat manusia condong kepadanya dan istiqamah di dalam menjalankan syariat agama. Nabi Lu>t} memohon kepada Allah supaya diri, keluarga dan pengikutnya ditolong oleh Allah karena mereka akan diusir dari tempat tinggal mereka. Sedangkan nabi Isma>‘i>l berdoa dalam persoalan berserah diri kepada Allah dan bersabar.
Pembentukan Karakter Religius dan Disiplin Siswa Melalui Program Pembiasaan Shalat Dhuha di SMK Assa’adah Bungah Gresik Selvi Meilia; Farikhul Anwar; Qomaruddin Qomaruddin; Nur Fatih Ahmad
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v4i4.2186

Abstract

The cultivation of religious character and discipline is important in vocational high school (SMK) education, particularly in preparing students to meet behavioral demands in professional environments. This study aims to analyze the implementation of the Dhuha prayer habit-forming program and the development of students’ religious character and discipline at SMK Assa’adah Bungah Gresik. The study employed a descriptive qualitative approach involving seven informants, consisting of the principal, vice principal for student affairs, Islamic Education teacher, guidance and counseling teacher, and three eleventh-grade students. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was examined through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that the Dhuha prayer habit-forming program is implemented routinely through scheduled activities, educator involvement, and supervision. Religious character is reflected in students’ understanding of religious values, affective experiences during worship, and social behavior, including the habit of greeting and shaking hands after the religious activity. Discipline is supported by time management, school regulations, supervision, and the implementation of sanctions. However, compliance with time requirements is also influenced by parental involvement. These findings indicate that the Dhuha prayer habit-forming program constitutes one of the contextual supports for fostering students’ religious character and discipline within the school environment.