Diabetes Melitus Tipe II (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang dan berkelanjutan. Pengelolaan tersebut meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta kontrol kadar gula darah secara rutin untuk mencegah terjadinya komplikasi akut maupun kronis. Namun, dalam praktiknya masih banyak penderita DMT2 yang belum patuh melakukan kontrol gula darah secara teratur. Rendahnya kepatuhan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, salah satunya adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu penderita DMT2 menjalani perawatan secara optimal. Bentuk dukungan tersebut meliputi dukungan emosional berupa perhatian dan empati, dukungan informasional melalui pemberian informasi terkait penyakit dan perawatannya, dukungan instrumental seperti bantuan dalam aktivitas sehari-hari, serta dukungan motivasional yang mendorong pasien agar patuh terhadap anjuran tenaga kesehatan. Kehadiran keluarga yang suportif dapat meningkatkan kesadaran dan rasa percaya diri pasien dalam mengelola penyakitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Pandawangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita DMT2 yang terdaftar di Puskesmas Pandawangi, dengan sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik sampling yang sesuai. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan kontrol gula darah, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik yang relevan. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran pentingnya peran keluarga dalam meningkatkan kepatuhan kontrol gula darah serta menjadi dasar bagi tenaga kesehatan merancang intervensi berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas pengelolaan DMT2.