Latar Belakang: Menurut International Labour Organization (ILO) tahun 2013, setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tepat kerja. Serta 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Berdasarkan data yang di peroleh dari CV. Alam Tunggal Semesta Kabupaten OKU Timur risiko bahaya di lingkungan kerja khususnya pada proses produksi setiap bagian proses produksi memeliki risiko bahaya bagi tenaga kerja. Latar Belakang: Menurut International Labour Organization (ILO) tahun 2013, setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tepat kerja. Serta 1,2 juta pekerja meninggal akibat kecelakaan dan sakit di tempat kerja. Berdasarkan data yang di peroleh dari CV. Alam Tunggal Semesta Kabupaten OKU Timur risiko bahaya di lingkungan kerja khususnya pada proses produksi setiap bagian proses produksi memeliki risiko bahaya bagi tenaga kerja. Metodologi penelitian  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil  Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi dari 33 responden, tidak menggunakan APD lengkap berjumlah 23 (69,7%), pengetahuan kurang baik berjumlah 23 (69,7%), sikap kurang baik berjumlah 18 (54,5%), tidak tersedia APD berjumlah 22 (66,7%), dan masa kerja lama berjumlah 21 (63,6%). Hasil Uji bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,020), ketersediaan APD (p value = 0,006) dan masa kerja (p value = 0,000) dengan penggunaan APD pada pekerja. Kesimpulan: Disarankan kepada CV. Alam Tunggal Semesta Kab. OKU Timur diharapkan untuk melakukan brifing sebelum bekerja oleh pengawas, menjelaskan bahaya apa saja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja apabila pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).