MTsN 2 Aceh Barat merupakan madrasah Tsanawiyah yang menggunakan kurikulum merdeka di kabupaten Aceh Barat. Persiapan dan pelaksanaan dimulai pada tahun ajaran baru 2022/2023. Dewan guru dan waka kurikulum masih bingung dan belum paham benar bagaimana menerapkan pembelajaran projek P5 PPRA, perencanaan yang kurang matang dari pimpinan madrasah, dan pelaksanaan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan pada akhirnya kegiatan P5 PPRA ini pun mandeg dengan sendirinya. Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Kepala Madrasah dalam penyusunan rencana kegiatan P5 PPRA belum maksimal, masih terdapat kekurangan fasilitas tong sampah sebagai sarana kegiatan projek yang akan dilaksanakan sesuai tema yang telah dipilih. Perencanaan yang disusun Kepala Madrasah tidak mengakomodir seluruh keberagaman siswa sehingga penetapan tema-tema projek yang direncanakan tidak sepenuhnya efektif diterapkan, SDM Madrasah belum memiliki pengetahuan cukup tentang kegiatan P5 PPRA. Pelaksanaan kegiatan P5 PPRA di Madrasah tidak berjalan baik, hanya berlangsung selama waktu enam bulan sejak diterapkan, dan mandeg karena tidak ada instruksi yang jelas dari pimpinan madrasah. Kendala Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam menerapkan P5 PPRA berasal dari Siswa, Lingkungan, dan Madrasah itu sendiri. Dapat digambarkan secara singkat bahwa siswa kurang motivasi belajarnya, lingkungan keluarga siswa kurang mendukung perkembangan belajar siswa, dan selain itu lemahnya SDM Madrasah terhadap pemahaman tentang P5 PPRA serta tidak menguasai digital learning.