Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL PADA GURU MI NURUL YAQIN Nirmalawaty, Caroline Monica; Rivaldi, Azi; Siregar, Desnita; Wahyuni, Munika Yestri; Susanto, Ratnawati
Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6, No 2 (2021): EDUSCIENCE : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEmotional intelligence is a teacher’s intelligence to be used in controlling his or her emotions when communicating with students, parents, peers, and other school members constructively and effectively in carrying out their duties and role as a teacher. The teacher's pedagogical ability to regulate emotions can be a measure of a teacher's success in carrying out his or her role and duties. This is useful as an evaluation of the teaching and learning process and improving the skills of teachers in schools. This study aims to determine the ability of teachers to manage emotional intelligence as one of the pedagogical competencies of teachers. This research uses a qualitative descriptive method to achieve its goal. The data collection technique was carried out by distributing networking questionnaires. The research subjects were the teachers at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yaqin, Semanan - West Jakarta. Data analysis was carried out by describing the research indicators. The results showed that emotional intelligence as a teacher's pedagogic ability has a positive and meaningful influence so that teachers have the ability to recognize self-emotions, to manage their emotions, to motivate themselves, to recognize other people's emotions, and to build relationships with others. Keywords: emotional intelligence, pedagogic competence, teacher, social interaction AbstrakKecerdasan emosional adalah kecerdasan yang dimiliki oleh seorang guru untuk dipergunakan dalam mengontrol emosi dirinya saat berkomunikasi dengan siswa, orang tua murid, rekan sejawat, dan warga sekolah lainnya secara konstruktif dan efektif dalam melaksanakan tugas serta perannya sebagai seorang guru. Kemampuan pedagogik guru dalam mengatur emosi dapat menjadi tolak ukur keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan peran dan tugasnya. Hal itu berguna sebagai evaluasi terhadap proses belajar mengajar serta meningkatkan keterampilan guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kecerdasan emosional sebagai salah satu kompetensi pedagogik guru. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dalam jaringan. Subjek penelitian adalah para guru Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yaqin, Semanan - Jakarta Barat. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional sebagai kemampuan pedagogik guru memiliki pengaruh yang positif dan berarti sehingga guru mempunyai kemampuan untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan dengan sesama. Kata kunci: kecerdasan emosional, kompetensi pedagogik, guru, interaksi sosial
Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan dalam masa pandemi covid 19 pada siswa kelas di sekolah dasar Rivaldi, Azi; Rosyid, Ainur
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol 7, No 4 (2022): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.131 KB) | DOI: 10.29210/30032268000

Abstract

Learning loss juga sering disebut kurangnya kesempatan siswa untuk belajar dan menganggu kemampuan siswa untuk melakukan belajar serta hilangnya motivasi siswa karena tidak ada guru yang mengajar langsung khususnya pada siswa kelas rendah yang masih kesulitan dalam kegiatan membaca permulaan, maka seorang guru penting mempunyai strategi untuk mengatasi kesulitan pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses cara mengajar dan mengetahui strategi yang digunakan guru kelas II C SDN Jatirangga II Kota Bekasi dalam kegiatan pembelajaran membaca permulaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskritif kualitatif. Tektik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah proses cara mengajar membaca permulaan yang dilakukan sangat baik sehingga siswa/i bisa nyaman, bersemangat, serta berantusias dalam kegiatan pembelajaran. Strategi fokus yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajaroleh guru wali kelas II C SDN Jatirangga II Kota Bekasi berhasil mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa II C.
PRINCIPAL'S ASSERTIVENESS IN MAKING DECISIONS WITH HIGH COMMITMENT Rivaldi, Azi; Madhakomala, R.
Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation Vol. 2 No. 1 (2024): Interdisciplinary Journal of Advanced Research and Innovation
Publisher : Ravine Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/ijari.v1i3.31

Abstract

Assertiveness as a leader is a must, without clear assertiveness a leader will be easily influenced by others. As a good and firm leader, a school principal's assertiveness in making decisions is essential for upholding justice and discipline within the school organization. However, in this era of globalization, even though many advances in science and technology are developing very rapidly, human resources in Indonesia are still relatively low, especially in the field of educational institutions, namely in the decision-making process within school organizations. Therefore, the need for a firm leadership school in making decisions. This research method uses qualitative research methods with a literature approach. The data sources for this research come from relevant books and journals in line with the topic of discussion. The results of this research. A school principal, in leading an organization, must be able to have a firm nature both in terms of regulations and in making decisions through deliberation and must be able to uphold a commitment to decisions that have been made through deliberation.