Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam, karena adanya perdarahan ataupun sumbatan pada bagian otak yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit stroke dapat menyebabkan terjadinya viskositas/kekentalan darah yang dapat memperburuk kejadian stroke, menyebabkan perlambatan aliran darah otak, perluasan infark, dan perburukan prognosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada pasien stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian berupa analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji analisa Independent Sample T Test. Penelitian dilakukan di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan Mei-Juni 2018. Responden penelitian berjumlah 60 pasien dengan rincian 30 pasien stroke hemoragik dan 30 pasien stroke non hemoragik. Hasil penelitian didapatkan p-value untuk kadar hemoglobin = 0.004, nilai hematokrit = 0.004, dan jumlah eritrosit = 0.026, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada pasien stroke hemoragik dengan stroke non hemoragik.