This Author published in this journals
All Journal SulukIndo
FITRIANNA AFRIYANTI
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIK SYAIR SINDHEN BEDHAYA KETAWANG PADA NASKAH SERAT SINDHEN BEDHAYA AFRIYANTI, FITRIANNA
SULUK INDO Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.119 KB)

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Sindhen Bedhaya Ketawang adalahsebuah naskah lama berisi syair yang digunakan untuk mengiringi tarian bedhayaketawang. Di dalam teks Sindhen Bedhaya Ketawang juga memuat beberapanilai-nilai sosial dari kandungan teks yang masih relevan dengan kehidupan saatini. Nilai-nilai sosial tersebut merupakan karakteristik budaya Jawa menurutpandangan masyarakat Jawa tentang kehidupannya. Syair tersebut berisi tentang perasaan cinta Kanjeng Ratu Kidul kepadaSultan Agung. Rasa cinta tersebut kemudian mewujudkan sebuah aktualisasiterhadap apa yang dirasakannya. Perwujudan itulah yang kemudian secara tidaklangsung tersirat nilai budaya Jawa mengenai karakteristik masyarakat Jawaterutama wanita Jawa. Secara keseluruhan, makna yang terkandung dalam teks Sindhen BedhayaKetawang adalah penggambaran karakter seorang wanita Jawa. Berdasarkan hasilpenelitian terhadap teks, karakter wanita Jawa digambarkan dengan sifat patuhkarena masyarakat Jawa sejak dahulu telah mengikuti sebuah istilah suwargonunut, neraka katut, dimana baik buruknya seorang istri tergantung kepada suami.Selain itu seorang wanita Jawa wajib berpenampilan menarik (berdandan) setiapkali di hadapan suaminya, selalu bertanggung jawab, setia dan dituntut harusmemiliki sikap pasrah (nrima) ketika berhadapan dengan berbagai masalah. Karakter wanita Jawa yang seperti itulah sampai sekarang ini masih tetapdipertahankan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat berkeyakinan bahwa sifatsifatitu merupakan kunci tercapainya sebuah keselarasan. Keselarasan yangdimaksud di sini adalah kelanggengan sebuah rumah tangga di dalam masyarakatJawa. Peneliti berharap semoga penelitian yang sangat sederhana ini dapatmenjadi salah satu gagasan baru bagi para peneliti lainnya untuk melakukanpenelitian lebih lanjut di bidang sastra terutama sastra lama di mana termuatwarisan kebudayaan asli Indonesia.