This Author published in this journals
All Journal Majalah Ekonomi
pwt, teguh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tacit Knowledge: Green Entrepreneur Mahasiswa pwt, teguh
Majalah Ekonomi Vol 17 No 2 (2013): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya tacit knowledge bersifat personal, dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan. Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari individu (perorangan). Entreprenuer hijau dalam bahasa sederhananya adalah Entreprenuer yang dalam kegiatan bisnis semua komoditi dan aktivitasnya rendah karbon, artinya tidak menghasilkan emisi atau polusi lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial. Green Entreprenuer adalah salah satu konsep yang melengkapi pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ini karena prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Sehingga, bisa dikatakan bahwa Enterprenuer hijau adalah penggerak utama pembangunan berkelanjutan. Ketimpangan pendapatan penduduk negara kaya dengan negara miskin, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan dan musnahnya keanekaragaman hayati adalah beberapa dampak dari pola hidup masyarakat modern yang membuat pembangunan sangat eksploitatif. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan produksi memang membuahkan perbaikan ekonomi namun gagal di bidang sosial dan lingkungan. Konsep Entrepreneur hijau diharapkan menjadi jalan keluar dari permasalahan-permasalahan ekonomi saat ini. Menjadi jembatan antara pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta tetap ramah lingkungan dan hemat sumber daya alam. Kuncinya hanya satu, setiap orang mau mengubah perilakunya.
PENGARUH SISTEM PENGHARGAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA PT. ANEKA GAS INDUDTRI WILAYAH V JAWA TIMUR pwt, teguh
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seseorang akan termotivasi dengan penghargaan yang diperoleh jika penghargaan tersebut dapat memuaskannya. Penghargaan yang dapat memuaskan karyawan biasanya berkaitan dengan hasil dan pekerjaan karyawan itu sendiri atau yang dikenal dengan penghargaan ekstrinsik. Hubungan antara penghargaan dan kepuasan tidak dipahami dengan sempurna karena sifatnya juga tidak statis. Hubungan tersebut berubah karena orang dan lingkungannya berubah. Akan tetapi, ada beberapa hal penting yang dapat di gunakan sebagai pertimbangan untuk mendistribusikan penghargaan. Pertama, penghargaan tersebut harus cukup memuaskan kebutuhan dasar manusia. Peraturan pemerintah, perjanjian kerja, dan kejujuran manajerial telah menyediakan penghargaan minimum dalam hampir semua lingkungan kerja. Kedua, individu cenderung membandingkan penghargaan yang mereka peroleh dengan penghargaan yang di peroleh orang lain. Jika dianggap tidak adil, maka akan menimbulkan ketidakpuasan. Oleh karena itu dalam mendistribusikan penghargaan, pihak manajemen harus mempertimbangkan perbedaan individu. Jika tidak dipertimbangkan maka proses pemberian penghargaan akan kurang efektif dari yang diharapkan. Setiap penghargaan harus cukup memuaskan kebutuhan dasar, dianggap adil, diorientasikan secara individual.