Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Preparation of Administrative Cost Budgeting with Maqasid Syariah Approach: Case Study at Kspps Tunas Artha Mandiri Nganjuk Isnaini, Ulya Nur; Salma, Fitria Solahika; Sujianto, Agus Eko
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i1.7700

Abstract

The budget for administrative costs is indicative of the well-being within the company. According to Islamic economic principles, the primary objective is to attain comprehensive prosperity, encompassing material, spiritual, and moral well-being. The concept of prosperity and happiness (falah) aligns with the tenets of Islamic sharia, which consist of five principles of maqasid sharia: religion (ad-ddin), soul (an-nafs), reason (al-aql), heredity (an-nasl), and assets (al-mal) (Suardi, 2021). In the realm of Islamic economics, the maqasid sharia approach can guide budget formulation to align with Islamic values, emphasizing public welfare, justice, and sustainability.
Analisa Persepsi Masyarakat Tentang Biaya Administrasi Di Bank Konvensional Dengan Pendekatan Al-Urf Dan Relevansinya Pada Ekonomi Islam Fahmi, Moh Farih; Ainun, Mohammad Thoha; Fajrin, Ahmad Hanif; Mutafarida, Binti; Isnaini, Ulya Nur
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol. 4 No. 1 (2023): JEPS: Journal of Economic and Policy Studies
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v4i01.8273

Abstract

Artikel ini memabahas tentang persepsi masyarakat terhadap biaya administrasi di bank konvensional yang masih pro dan kontra bagi masyarakat Indonesia. Perbedaan tersebut bisa disebabkan karena adanya banyak faktor salah satunya adalah pemahaman yang kurang terkait perbankan dan ekonomi Islam. Maka dari itu dalam artikel ini akan mencoba membahas tentang perbedaan persepsi dimasyarakat terkait biaya administrasi, kemudian mencoba mengkaji relevansi al-urf pada biaya administrasi dan kajian ketiga adalah tentang bagaimana posisi maqashid syariah pada biaya administarsi di bank konvensional. Metode yang dipaikai pada artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan maqashid syariah dan pendekatan fenomenologi. Penggalian data diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi secara acak kepada muslim yang pernah menjadi nasabah di bank konvensioal. Hasil dari kajian ini adalah persepsi masyarakat yang berbeda telah dipengaruhi oleh banyak faktor fundamental seperti faktor kemapuan ekonomi dan pemahaman. Kedua adalah urf masih sangat relevan jika digunakan sebagai dasar biaya administarsi di bank konvensional, ketiga dari aspek maqashid syariah biaya administrasi sudah sesuai dengan kulliyat al khams. Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam artikel ini ada satu kesimpulan utama bahwa biaya administrasi tetap sah namun tetap harus ada batasan bahwa biaya administrasi hanya bisa dibenarkan ketika diimplementasikan diluar keperluan hutang piutang antara pihak bank dan nasabah
Inklusi Keuangan Digital sebagai Strategi Penguatan UMKM Kreatif di Era Ekonomi Digital Isnaini, Ulya Nur; Syaifullah, Lutfi
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 3 No. 02 (2025): Journal CETHE November 2025
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v3i02.304

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong transformasi besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep inklusi keuangan digital serta strategi penguatan UMKM kreatif di era ekonomi digital melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku akademik, dokumen kebijakan, dan berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses pembiayaan, efisiensi transaksi, serta pengelolaan usaha berbasis teknologi digital. Selain itu, strategi penguatan UMKM kreatif dilakukan melalui peningkatan literasi digital, inovasi usaha, pemanfaatan marketplace, penguatan manajemen usaha, serta dukungan kebijakan pemerintah dan ekosistem digital yang inklusif. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan transformasi UMKM kreatif dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, kualitas sumber daya manusia, modal sosial, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen digital. Oleh karena itu, inklusi keuangan digital menjadi instrumen penting dalam menciptakan penguatan UMKM kreatif yang berkelanjutan di era ekonomi digital