Jove Jim S. Aguas
University of Santo Tomas, Manila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CULTURAL PLURALISM AND CULTURAL DIALOGUE Aguas, Jove Jim S.
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 23 No. 3 (2007)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.01 KB) | DOI: 10.26593/mel.v23i3.967.369-383

Abstract

Dasar keyakinan atas pluralisme kebudayaan adalah kebebasan individual dan kolektif untuk memilih hal yang berbeda. Namun ketidaksamaan berlebihan dan kontrol terlalu besar dari pihak yang lebih berkuasa tidakmemungkinkan interaksi yang sehat. Dalam kondisi macam itu konsep 'peradaban' hanyalah pembenaran-diri kolonialisme, imperialisme dan akulturasi koersif. Dan peradaban akan menjadi beban. Artikel iniĀ  menekankan interaksi kultural global yang saling memperkaya dan saling menghaluskan. Kebudayaan adalah sebuah dialog yang lantas menuntut standard kehalusan atau standard peradaban yang juga berragam. Bila peradaban dilihat sebagai berbagai pola ungkap yang berbeda, maka iabukanlah beban melainkan peluang.
CULTURAL PLURALISM AND CULTURAL DIALOGUE Aguas, Jove Jim S.
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 23 No. 3 (2007)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v23i3.967.369-383

Abstract

Dasar keyakinan atas pluralisme kebudayaan adalah kebebasan individual dan kolektif untuk memilih hal yang berbeda. Namun ketidaksamaan berlebihan dan kontrol terlalu besar dari pihak yang lebih berkuasa tidakmemungkinkan interaksi yang sehat. Dalam kondisi macam itu konsep 'peradaban' hanyalah pembenaran-diri kolonialisme, imperialisme dan akulturasi koersif. Dan peradaban akan menjadi beban. Artikel iniĀ  menekankan interaksi kultural global yang saling memperkaya dan saling menghaluskan. Kebudayaan adalah sebuah dialog yang lantas menuntut standard kehalusan atau standard peradaban yang juga berragam. Bila peradaban dilihat sebagai berbagai pola ungkap yang berbeda, maka iabukanlah beban melainkan peluang.