p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Bil Hikmah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Komunikasi Dakwah Sebagai Cerminan Kepribadian Dai Prihartanto, Lucky
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/hikmah.v1i01.3

Abstract

Dai dalam menyampaikan pesan dakwahnya tidak bisa dilepaskan dari adanya pengaruh kepribadian. Kepribadian membentuk kecenderungan dan pola perilaku dari seorang individu, termasuk dalam berkomunikasi sehingga akan melahirkan pola dalam komunikasinya. Dalam komunikasi dakwah, ditemukan adanya pola komunikasi dakwah dari seorang Dai, seperti dalam pilihan topik, isi ceramah hingga cara penyampaian dakwah termasuk ekspresi dan gerak tubuh yang dimunculkan. Studi kasus yang digunakan adalah pada Aa Gym. Dalam beberapa video ceramah yang diupload melalui media YouTube ditemukan adanya pola dari Aa Gym saat menyampaikan ceramahnya, kondisi ini memiliki kemungkinan dipengaruhi oleh kepribadian dari Aa Gym. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana pengaruh kepribadian Aa Gym terhadap pola komunikasi dakwahnya? Teori kepribadian yang digunakan adalah teori tipologi MBTI. Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe kepribadian Aa Gym adalah extrovert, sensing, dan  feeling. Kepribadian extrovert mempengaruhi ekspresi dan gerak tubuh Aa Gym. Kepribadian sensing mempengaruhi pilihan topik ceramah dan isi gagasan penjelas. Kepribadian feeling mempengaruhi isi pesan dakwah Aa Gym yang cenderung  menggugah perasaan dari mad’unya.   Abstract: The preacher in conveying his da'wah message cannot be separated from the influence of personality. Personality forms tendencies and behavior patterns of an individual, including in communication so that it will give birth to patterns in communication. In da'wah communication, it was found that there was a pattern of da'wah communication from a preacher, such as in the choice of topic, the content of the lecture to the way the da'wah was delivered including the expressions and gestures that were raised. The case study used is Aa Gym. In several video lectures uploaded via YouTube media, it was found that there was a pattern from Aa Gym when delivering his lecture, this condition has the possibility of being influenced by the personality of Aa Gym. The formulation of the problem posed is how does Aa Gym's personality influence his da'wah communication pattern? The personality theory used is the MBTI typology theory. The results of the analysis show that Aa Gym's personality types are extrovert, sensing, and feeling. Extroverted personality influences Aa Gym's expressions and body movements. Sensing personality influences the choice of lecture topic and content of explanatory ideas. The personality of feeling influences the contents of Aa Gym's da'wah messages which tend to evoke feelings from the mad'uw. Keywords: Da’wa Communication, Da’wa Communication Pattern, Personality, Aa Gym
Bahasa Tubuh Percaya Diri dalam Komunikasi Dakwah maimunah, maimunah; Prihartanto, Lucky
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i1.20

Abstract

Dai dalam menyampaikan pesan dakwahnya butuh menampilkan bahasa tubuh percaya diri agar mampu meyakinkan mad’u dalam menerima pesan dakwahnya. Bentuk bahasa tubuh percaya diri dalam konteks komunikasi dakwah belum banyak diulas, padahal setiap dai harus menampilkan bahasa tubuh percaya diri karena berkaitan erat dengan kredibilitas dan penerimaan dai oleh komunikan saat berdakwah. Ustaz Ary Ginanjar dalam kultumnya terindikasi memunculkan bahasa tubuh percaya diri berdasarkan pada ekspresi, gerakan tangan dan postur tubuhnya. Rumusan masalah yang dikaji adalah bagaimana bahasa tubuh percaya diri dalam komunikasi dakwah Ustaz Ary Ginanjar dalam Kultum – Gapai Kemuliaan CNN Indonesia Episode 4 Mengenali Potensi Diri? Tulisan ini hendak mendeskripsikan bahasa tubuh percaya diri Ustaz Ary Ginanjar dalam acara kultum tersebut. Konsep percaya diri dan teori bahasa tubuh percaya diri digunakan sebagai pijakan analisisnya dengan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Diawali dengan mendeskripsikan bahasa tubuh Ustaz Ary Ginanjar lalu dianalisis menggunakan teori bahasa tubuh percaya diri. Ditemukan adanya bahasa tubuh percaya diri seperti tatapan mata yang nyaman, kontak mata, ibu jari diangkat, kepala dan dagu sedikit mendongak ke atas, postur tubuh tegak dengan posisi bahu sejajar dan bergerak luwes tanpa ragu.
Kesantunan Bahasa Tubuh dalam Dakwah Gus Baha Prihartanto, Lucky
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.51

Abstract

Dakwah harus disampaikan dengan santun, agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh mad’u. Kesantunan dapat tercermin melalui pesan verbal dan nonverbal. Pesan nonverbal terdiri dari kinesik atau bahasa tubuh, paralinguistik, proksemik dan artifaktual. Konsep kesantunan dalam nonverbal, khususnya bahasa tubuh masih terbatas, apalagi dalam konteks komunikasi dakwah. Gus Baha dalam dialognya dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab menunjukkan berbagai indikasi kesantunan dalam bahasa tubuhnya. Rumusan masalah yang diajukan adalah bagaimana bentuk bahasa tubuh Gus Baha yang bermakna kesantunan dalam dialog dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab di channel Youtube Najwa Shihab? Dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk bahasa tubuh Gus Baha yang bermakna kesantunan dalam dialog dengan Najwa Shihab dan Quraish Shihab di channel Youtube Najwa Shihab. Metode kualitatif deskriptif menjadi alat untuk menjawab rumusan masalah yang diajukan. Ditemukan berbagai kecocokan dengan indikator bahasa tubuh kesantunan dalam komunikasi dakwah, seperti tersenyum, ekspresi ceria, memperhatikan komunikan, dan menjaga pandangan. Tidak ditemukan indikator jabat tangan. Ada bahasa tubuh yang merupakan temuan baru yakni memajukan posisi duduk, menoleh ke komunikan untuk meminta afirmasi dan menunjuk komunikan menggunakan jempol.