Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Demographic Characteristics and Ocular Biometrics of Cataract Surgery Patients at KMU Eye Clinic Lamongan in April 2024 Salsabila, Khansa Dhea; Unari, Uyik
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i1.79

Abstract

ABSTRACT Introduction: Cataract remains the leading cause of blindness in Indonesia, accounting for over 80% of severe visual impairment. Given the substantial burden in East Java, this study aimed to characterize cataract patients' demographic and ocular biometric profiles at KMU Eye Clinic Lamongan. Methods: A cross-sectional descriptive study reviewed the medical records of patients who underwent cataract surgery in April 2024. Inclusion criteria included patients scheduled for surgery via phacoemulsification or Small Incision Cataract Surgery (SICS). Data collected included demographics, systemic comorbidities, and ocular biometric parameters: intraocular pressure (IOP), anterior chamber depth (ACD), lens thickness (LT), intraocular lens (IOL) power, and surgery duration. Result: A total of 192 patients were analyzed. The mean age was 63.6±8.3 years, with 50% aged 60-69 years. Hypertension (66.7%) and diabetes (17.2%) were the most common systemic comorbidities. Severe visual impairment (≤3/60) was observed in 59.9% of cases. Phacoemulsification was performed in 97% of surgeries. Mean values for ocular biometrics were: IOP 15.1±3.6 mmHg, ACD 3.2±0.4 mm, LT 4.3±0.7 mm, IOL power 19.8±4.1 D, and surgery time 9.5±3.5 minutes. Conclusion: Most cataract patients at KMU Eye Clinic Lamongan were elderly with significant systemic comorbidities and severe visual impairment. Phacoemulsification was the preferred surgical technique. Ocular biometric analysis provided essential information for preoperative planning and optimizing cataract management.
PROFIL PASIEN KLINIK MATA KMU GRESIK SELAMA PANDEMI COVID-19 PERIODE MARET 2020 – DESEMBER 2021 Unari, Uyik; Surjani, Irma; Venysya, A’ifatin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.123-133

Abstract

Wabah infeksi COVID-19 (Corona Virus Disease-2019) yang disebabkan karena Severe Acute Respiartory Syndrom Corona Virus 2 (SARS-CoV-2) telah menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia. Mata secara tidak langsung menjadi salah satu pintu masuk bagi virus tersebut. Adanya keterikatan hubungan faktor risiko penularan COVID-19 melalui mata dapat memungkinkan adanya penurunan minat kunjungan pasien yang berobat ke fasilitas kesehatan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui profil kunjungan pasien dengan penyakit mata ke fasilitas kesehatan yang khusus melayani penyakit mata pada saat pandemi COVID- 19 periode Maret 2020 – Desember 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study. Sampel yang digunakan adalah data rekam medis pasien di Klinik Mata KMU Gresik pada masa Pandemi COVID-19 bulan Maret 2020 sampai Desember 2021. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif untuk melihat gambaran proporsi tiap variable di sampel. Berdasarkan penelitian ini didapatkan total pasien yang masuk dalam kriteria inklusi adalah 12.890 pasien. Prevalensi terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah wanita sebanyak 6.884 orang (53,41%) dan pria sebanyak 6.006 orang (46,59%); berdasarkan kelompok usia 20 - 60 tahun (66,40 %); berdasarkan kelainan mata didapatkan lensa dan katarak (36,42% diagnosis); dan berdasarkan alamat domisili didapatkan dari kabupaten Gresik 10.271 pasien. Kesimpulan dari penilitian ini adalah profil kunjungan pasien terbanyak pada kelompok usia 20-60 tahun, jenis kelamin terbanyak wanita, kelainan mata terbanyak lensa dan katarak, dan domisili terbanyak berasal dari kabupaten Gresik.