Science and social studies (IPAS) learning in elementary schools still faces challenges, particularly in improving students’ learning outcomes on plant reproduction topics that require conceptual understanding through real experiences. Conventional teaching approaches often limit student engagement and hinder the connection between scientific concepts and real-world phenomena. This study aimed to examine the effect of implementing a Project Based Learning (PjBL) model integrated with field trips on IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 22 Banda Aceh, as well as to analyze students’ responses to the learning model. This research employed a quantitative approach using a one group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of 29 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and student response questionnaires. Data analysis included the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results indicated a significant difference between students’ learning outcomes before and after the implementation of the PjBL model integrated with field trips (p < 0.05). The N-Gain results showed a moderate level of improvement in learning outcomes. Furthermore, students’ responses to the learning model were categorized as good, indicating increased interest, motivation, and understanding through project-based and experiential learning activities outside the classroom. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkembangbiakan tumbuhan yang menuntut pemahaman konsep melalui pengalaman nyata. Pembelajaran yang cenderung konvensional menyebabkan siswa kurang terlibat aktif dan sulit mengaitkan konsep dengan fenomena di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis fieldtrip terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 22 Banda Aceh serta respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa kelas IVB. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji-t berpasangan, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model PjBL berbasis fieldtrip. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan secara statistik (p < 0,05) dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa siswa merasa tertarik, termotivasi, dan terbantu dalam memahami materi melalui kegiatan proyek dan pembelajaran di luar kelas.