Penelitian ini dilatarbelakangi karena siswa kelas VIII di SMPN 5 Kecamatan Lareh Sago Halaban pada saat belajar matematika hanya beberapa orang yang memperhatikan penjelasan guru, beberapa siswa sibuk mengobrol dengan teman sebangku, siswa malas mengerjakan tugas, dan ada beberapa siswa mengerjakan tugas mata pelajaran lain pada saat mata pelajaran matematika. Menurut teori, motivasi adalah proses psikologis yang dapat menjelaskan perilaku seseorang dan seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar tidak akan melakukan aktivitas belajar. Untuk itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Kecamatan Lareh Sago Halaban. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 5 Kecamatan Lareh Sago Halaban yaitu 47 orang. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah angket motivasi belajar yang digunakan untuk mengukur motivasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase motivasi belajar siswa 80,93% kriteria sangat baik. Motivasi belajar siswa per-indikator untuk indikator kehadiran di sekolah 89,57 % kriteria sangat baik, indikator mengikuti PBM di kelas 89,07 % kriteria sangat baik, indikator belajar di rumah 69,14 % kriteria baik, indikator sikap terhadap kesulitan 73,19 % kriteria baik, indikator usaha mengatasi kesulitan memperoleh 85,74 % kriteria sangat baik, indikator kebiasaan dalam mengikuti pelajaran 66,52 % kriteria baik, indikator semangat dalam mengikuti PBM 88,29 % kriteria sangat baik, indikator keinginan untuk berprestasi 80,85 % kriteria sangat baik, indikator kualifikasi hasil 85,83 % kriteria sangat baik, indikator penyelesaian tugas atau PR 88,72 % kriteria sangat baik, dan indikator menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran 81,18 % kriteria sangat baik. Distribusi motivasi belajar sangat baik 48,94 %, baik 48,94 %, dan cukup 2,13 %.