Tusy Agustine Adibtoro
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSPEK DAN PERMASALAHAN DALAM TRANSFER TEKNOLOGI LINGKUNGAN DI INDONESIA Agustine Adibtoro, Tusy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.698 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.245

Abstract

Teknologi sebagai salah satu alat dalam melaksanakan pembangunan ternyata menjadi salah satu penyebab utama dari kerusakan lingkungan. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan, Teknologi juga merubah orientasinya yang semula untuk kepentingan ekonomi semata menjadi berorientasi pada kelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan. Untuk itu dikembangkan teknologi produksi bersih yang pada dasarnya merupakan upaya pengurangan dampak pada seluruh daur suatu produk teknologi, sejak pemilihan bahan baku produksi sampai dengan pembuangan limbah. Agenda 21 mengamanatkan agar negara-negara maju dapat membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas produk industrinya melalui transfer teknologi termasuk kemudahan akses informasi dan promosi teknologi tradisional serta peningkatan kapasitas endogenousnya. Pada kenyataannya, proses transfer teknologi tersebut dirasakan lebih banyak menguntungkan kepentingan negara maju bahkan cenderung dirasakan ketidakadilan atas kepemilikan sumberdaya, pengetahuan dan teknologi setempat. Dilain pihak, adanya kemampuan negara berkembang dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhannya perlu mendapat perhatian, utamanya di dalam aspek pendanaan untuk diseminasi teknologi di dalam negara berkembang itu sendiri. Pada dasarnya diseminasi teknologi tersebut juga merupakan suatu bentuk transfer teknologi. Untuk iru, perlu kiranya dikoreksi praktek-praktek transfer teknologi yang selama ini terjadi dengan mencari sistem, mekanisme serta kelembagaan yang lebih baik yang dapat mendukung terciptanya kegiatan transfer teknologi ramah lingkungan yang menguntungkan semua pihak.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN DAS YANG BERKELANJUTAN Agustine Adibtoro, Tusy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.323 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.234

Abstract

DAS merupakan bagian dari suatu proses hidrologi – yang dikenal sebagai siklus air – berfungsi sebagai penampung air hujan, daerah penyimpanan air, penangkap hujan dan pengaliran air. Air merupakan sumberdaya alam yang sangat vital dan merupakan faktor pembatas dan menentukan kualitas hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya. Dari berbagai literatur diketahui bahwa telah terjadi penurunan kualitas dan kuantitas air sebagai akibat dari pendekatan pembangunan di sepanjang DAS yang semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan sejak kawasan hulu sampai dengan kawasan hilir. Belum lagi pendekatan pelaksanaan pembangunan yang terkotak-kotak dan dibatasi oleh wilayah administratif padahal suatu DAS biasanya melalui beberapa wilayah administratif sekaligus.Oleh karena itu, pendekatan baru pengelolaan DAS adalah pendekatan terpadu yang dikenal sebagai “One River, One Plan, One Management”. Makalah ini mencoba mengetengahkan peran teknologi pengelolaan lingkungan sebagai salah satu cara pemecahan permasalahan lingkungan yang telah terjadi maupun pencegahannya, jenis-jenis teknologi apa saja yang perlu dikembangkan serta beberapa hasil kajian di bidang teknologi pengelolaan lingkungan yang telah siap terap maupun yang sedang dan akan dilakukan yang dapat dimanfaatkan dalam suatu pengelolaan DAS terpadu.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN DAS YANG BERKELANJUTAN Tusy Agustine Adibtoro
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.323 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.234

Abstract

DAS merupakan bagian dari suatu proses hidrologi – yang dikenal sebagai siklus air – berfungsi sebagai penampung air hujan, daerah penyimpanan air, penangkap hujan dan pengaliran air. Air merupakan sumberdaya alam yang sangat vital dan merupakan faktor pembatas dan menentukan kualitas hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya. Dari berbagai literatur diketahui bahwa telah terjadi penurunan kualitas dan kuantitas air sebagai akibat dari pendekatan pembangunan di sepanjang DAS yang semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan sejak kawasan hulu sampai dengan kawasan hilir. Belum lagi pendekatan pelaksanaan pembangunan yang terkotak-kotak dan dibatasi oleh wilayah administratif padahal suatu DAS biasanya melalui beberapa wilayah administratif sekaligus.Oleh karena itu, pendekatan baru pengelolaan DAS adalah pendekatan terpadu yang dikenal sebagai “One River, One Plan, One Management”. Makalah ini mencoba mengetengahkan peran teknologi pengelolaan lingkungan sebagai salah satu cara pemecahan permasalahan lingkungan yang telah terjadi maupun pencegahannya, jenis-jenis teknologi apa saja yang perlu dikembangkan serta beberapa hasil kajian di bidang teknologi pengelolaan lingkungan yang telah siap terap maupun yang sedang dan akan dilakukan yang dapat dimanfaatkan dalam suatu pengelolaan DAS terpadu.
PROSPEK DAN PERMASALAHAN DALAM TRANSFER TEKNOLOGI LINGKUNGAN DI INDONESIA Tusy Agustine Adibtoro
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.698 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.245

Abstract

Teknologi sebagai salah satu alat dalam melaksanakan pembangunan ternyata menjadi salah satu penyebab utama dari kerusakan lingkungan. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan, Teknologi juga merubah orientasinya yang semula untuk kepentingan ekonomi semata menjadi berorientasi pada kelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan. Untuk itu dikembangkan teknologi produksi bersih yang pada dasarnya merupakan upaya pengurangan dampak pada seluruh daur suatu produk teknologi, sejak pemilihan bahan baku produksi sampai dengan pembuangan limbah. Agenda 21 mengamanatkan agar negara-negara maju dapat membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas produk industrinya melalui transfer teknologi termasuk kemudahan akses informasi dan promosi teknologi tradisional serta peningkatan kapasitas endogenousnya. Pada kenyataannya, proses transfer teknologi tersebut dirasakan lebih banyak menguntungkan kepentingan negara maju bahkan cenderung dirasakan ketidakadilan atas kepemilikan sumberdaya, pengetahuan dan teknologi setempat. Dilain pihak, adanya kemampuan negara berkembang dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhannya perlu mendapat perhatian, utamanya di dalam aspek pendanaan untuk diseminasi teknologi di dalam negara berkembang itu sendiri. Pada dasarnya diseminasi teknologi tersebut juga merupakan suatu bentuk transfer teknologi. Untuk iru, perlu kiranya dikoreksi praktek-praktek transfer teknologi yang selama ini terjadi dengan mencari sistem, mekanisme serta kelembagaan yang lebih baik yang dapat mendukung terciptanya kegiatan transfer teknologi ramah lingkungan yang menguntungkan semua pihak.