Perkembangan rumah sakit di kota Medan sedang melaju pesat, hal tersebut dapat dlihat dari banyaknya rumah sakit baru yang dibangun dan jumlah pasien covid19 yang menginap di rumah sakit rujukan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kesulitan bagi pasien covid19 dalam memilih rumah sakit rujukan , sehingga sering kali pasien covid19  tidak mendapatkan rumah sakit rujukan sesuai dengan prioritas keinginan yang mereka tentukan. Oleh karena itu, peneliti meneliti dan mengembangkan sistem pendukung keputusan yang menerapkan metode AHP untuk mengukur konsistensi kriteria yang ditentukan oleh pengguna khususnya dalam penelitian ini adalah pasien covid19. Metode Promethee untuk menghitung dan meranking daftar rumah sakit rujukan yang paling sesuai dengan keinginan para pasien covid19. Pada penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa kekurangan dari sistem yaitu basis data yang tidak bisa diperbaharui secara langsung dan ke tidakj elasan alur program, dalam hal ini pasien tidak perlu mengetahui semua alur perhitungan sistem.Metode AHP dan PROMETHEE dapat menentukan kriteria – kriteria rumah sakit rujukan terhadap pasien Covid19, metode AHP memiliki kelebihan dalam penentuan bobot dan hirarki kriteria, sedangkan metode PROMETHEE memiliki kelebihan dalam proses pemeringkatan alternatif menggunakan fungsi preferensi dan bobot yang berbeda – beda dan memudahkan dinas kesehatan dalam penentuan rumah sakit rujukan di wilayah kota Medan. Dengan dibuatnya SPK (Sistem Pendukung Keputusan) dengan menggunakan metode AHP dan PROMETHEE, diharapkan sistem ini dapat membantu dan meminimalisir pekerjaan dinas kesehatan kota Medan dalam menentukan rumah sakit rujukan pasien Covid19 di wilayah kota Medan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sistem pendukung keputusan yang dibangun dengan metode AHP dan PROMETHEE ini, bagian Dinas Kesehatan Kota Medan dapat menentukan rumah sakit rujukan terhadap pasien Covid19 dengan lebih cepat, tepat, dan objektif