1. Deka Harmadya Sandi, 2. Sampara Lukman, 3. Megandaru Widhi Kawuryan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU 1. Deka Harmadya Sandi, 2. Sampara Lukman, 3. Megandaru Widhi Kawuryan
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 3 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.537 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i3.301

Abstract

Sejak 2016 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang telah melakukan intesifikasi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan yang cenderung meningkat dari 211.065 orang pada 2016 menjadi 338.625 pada 2018, Namun dari sisi pendapatan dan retribusi terjadi fluktuasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis bagaimana strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Tanjungpinang Tahun 2019 yang belum terealisasi secara optimal dan langkah-langkah strategis apa yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam optimalisasi strategi yang dimaksud. Metode analisis ini menggunakan analisis Bryson (2007), Pertama, Memprakarsai dan menyepakati suatu proses perencanaan strategis. kedua, mengidentifikasi mandat organisasi. ketiga, kejelasan misi dan nilai-nilai organisasi. Keempat, melakukan penilaian terhadap lingkungan eksternal. Kelima, melakukan penilaian terhadap lingkungan internal. Keenam, mengidentifikasi isu-isu strategis yang dihadapi organisasi. Ketujuh, Merumuskan strategi untuk mengelola isu strategis. Kedelapan, menetapkan visi organisasi yang efektif dan efisien. hasil analisis menunjukkan bahwa hasil temuan penelitian masih banyak peluang dan ancaman yang belum diidentifikasi dan luput dari pengamatan organisasi. Seperti lemahnya promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan keterlibatan stakeholder.