Amalia, Dita Yessi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transisi Pendidikan Era New Normal: Analisis Penerapan Blended Learning di Sekolah Dasar Amalia, Dita Yessi; Julia, J.
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait analisis penerapan pembelajaran campuran di sekolah dasar sebagai suatu transisi pendidikan di era new normal, lebih lanjut penelitian ini juga mencakup perspektif guru, kesulitan yang ditimbulkan dari penerapan blended learning dan alat yang digunakan sebagi penunjang penerapan pembelajaran campuran. Sampel pada penelitian ini merupakan 30 tenaga pendidik dari berbagai sekolah di kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus menggunakan metode pengambilan data yaitu survei untuk mengetahui alat dan platform digital yang digunakan saat penerapan pembelajaran campuran, dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui perspektif guru dan kesulitan yang dihadapi. Adapun analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengkodingan (reduksi data). Hasil penelitian menunjukkan blended learning memberikan pembelajaran yang lebih optimal di masa pandemi, salah satunya peningkatan pada mata pelajaran matematika. Kesulitan yang dialami terkait penerapan blended learning yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kompetensi guru dalam berteknologi. Sedangan smartphone dan whatsapp menjadi alat dan platform digital yang paling banyak dipilih dan digunakan sebagai penunjang penerapan blended learning.
Transisi Pendidikan Era New Normal: Analisis Penerapan Blended Learning di Sekolah Dasar Amalia, Dita Yessi; Julia, J.
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait analisis penerapan pembelajaran campuran di sekolah dasar sebagai suatu transisi pendidikan di era new normal, lebih lanjut penelitian ini juga mencakup perspektif guru, kesulitan yang ditimbulkan dari penerapan blended learning dan alat yang digunakan sebagi penunjang penerapan pembelajaran campuran. Sampel pada penelitian ini merupakan 30 tenaga pendidik dari berbagai sekolah di kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus menggunakan metode pengambilan data yaitu survei untuk mengetahui alat dan platform digital yang digunakan saat penerapan pembelajaran campuran, dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui perspektif guru dan kesulitan yang dihadapi. Adapun analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengkodingan (reduksi data). Hasil penelitian menunjukkan blended learning memberikan pembelajaran yang lebih optimal di masa pandemi, salah satunya peningkatan pada mata pelajaran matematika. Kesulitan yang dialami terkait penerapan blended learning yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kompetensi guru dalam berteknologi. Sedangan smartphone dan whatsapp menjadi alat dan platform digital yang paling banyak dipilih dan digunakan sebagai penunjang penerapan blended learning.
Digital Literacy Competency of Primary School Teacher Education Department Student as the Demands of 21st Century Learning Isrokatun, I.; Pradita, Avi Andini; Ummah, Sylvia Alfaeni; Amalia, Dita Yessi; Salsabila, Novia Shafa
Mimbar Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v9i3.44057

Abstract

The 21st century is the era that involves the use of digital devices. Thus, pre-service teachers demand to have many competencies, which in this case is digital literacy competency. There are four digital literacy competencies: digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. This study employs a qualitative method of research design with a study case. The data were collected by conducting interviews. The analysis in this study was carried out by making a detailed description of the digital literacy competencies of primary school teacher education students and adding a detailed view of the aspects in the research. The participants in this study were 30 primary school teacher education students at a university in Sumedang Regency. The results reveal that mastering digital skills will help daily life work; mastering digital culture will help preserve culture and protect creation; mastering digital ethics will avoid many conflicts; and mastering digital safety can be aware of many crimes in the digital world. Students as prospective teachers are expected to know, and understand and master digital literacy for future teaching.