Pasaribu, Marthin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kombinasi Hemodialisis/Hemoperfusi Meningkatkan Status Nutrisi yang Diukur dengan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) pada Pasien Hemodialisis Reguler Pasaribu, Marthin; T Nasution, Alwi; R Lubis, Abdurrahim
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.93 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.166

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis reguler sering mengalami gangguan nutrisi akibat berbagai faktor, antara lain tingginya kadar ureum dalam darah (uremic malnutrition). Status nutrisi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) dapat diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang merupakan alat pengukur body composition. Penelitian ini bertujuan untuk menilai manfaat kombinasi HD/HP terhadap bersihan (clearance) toksin uremik berat molekul menengah dan besar dengan melihat efeknya terhadap status nutrisi pasien yang diukur dengan BIA pada pasien-pasien hemodialisis reguler di Medan. Jenis penelitian adalah kohort prospektif dari bulan Desember 2013 hingga Maret 2014 pada 20 pasien hemodialisis reguler dengan membandingkan beberapa parameter BIA sebelum dan sesudah dilakukan kombinasi HD/HP. Didapatkan rerata perubahan setelah HD/HP untuk IMT, RMR, FFM, FFM(%), BCM, Glycogen, Fat, Fat(%), Protein dan Mineral secara berurutan  +0,03 (p=0,92), +28,42kcal (p=0,85), +1,64kg (p=0,74), +2,71 (p=0,02), +0,58kg (p=0,15), +16,6kg (p=0,05), 1,67kg (p=0,04), 2,80 (p=0,024), 0,21kg (p=0,34), dan 0,054kg (p=0,42). Peningkatan komponen IMT, RMR, FFM, FFM(%), BCM dan Glikogen menunjukkan peningkatan status nutrisi.
Kombinasi Hemodialisis/Hemoperfusi Meningkatkan Status Nutrisi yang Diukur dengan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis) pada Pasien Hemodialisis Reguler Pasaribu, Marthin; T Nasution, Alwi; R Lubis, Abdurrahim
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 2 (2018): Urologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i2.166

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis reguler sering mengalami gangguan nutrisi akibat berbagai faktor, antara lain tingginya kadar ureum dalam darah (uremic malnutrition). Status nutrisi pasien penyakit ginjal kronis (PGK) dapat diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang merupakan alat pengukur body composition. Penelitian ini bertujuan untuk menilai manfaat kombinasi HD/HP terhadap bersihan (clearance) toksin uremik berat molekul menengah dan besar dengan melihat efeknya terhadap status nutrisi pasien yang diukur dengan BIA pada pasien-pasien hemodialisis reguler di Medan. Jenis penelitian adalah kohort prospektif dari bulan Desember 2013 hingga Maret 2014 pada 20 pasien hemodialisis reguler dengan membandingkan beberapa parameter BIA sebelum dan sesudah dilakukan kombinasi HD/HP. Didapatkan rerata perubahan setelah HD/HP untuk IMT, RMR, FFM, FFM(%), BCM, Glycogen, Fat, Fat(%), Protein dan Mineral secara berurutan  +0,03 (p=0,92), +28,42kcal (p=0,85), +1,64kg (p=0,74), +2,71 (p=0,02), +0,58kg (p=0,15), +16,6kg (p=0,05), 1,67kg (p=0,04), 2,80 (p=0,024), 0,21kg (p=0,34), dan 0,054kg (p=0,42). Peningkatan komponen IMT, RMR, FFM, FFM(%), BCM dan Glikogen menunjukkan peningkatan status nutrisi.