Fanardy, Angeline
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Nutrigenomik Fanardy, Angeline
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.85 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v47i2.358

Abstract

Nutrigenetik dan nutrigenomik didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari efek variasi genetik terhadap respon diet dan peranan nutrien serta bioaktif yang terkandung di dalam makanan. Tujuan nutrigenomik adalah menentukan kesesuaian nutriome (contohnya kombinasi asupan nutrien) dengan status genome (contohnya genom yang diturunkan atau didapat) sehingga dapat memelihara genom, ekspresi gen, metabolisme dan fungsi sel. Nutrigenomik memberikan interpretasi data yang lebih baik atas studi intervensi epidemiologi dan klinis dampak kesehatan makanan yang dapat membantu memperbaiki rekomendasi nutrisi personal.Nutrigenetic and nutrigenomic are defined as studies of the effects of genetic variation on dietary responses and the role of nutrients and bioactive ingredients in foods in gene expression. The purpose of nutrigenomic is for nutriome nutrient adjustment (eg. combination of nutrient intake) with existing genomic status (derived or acquired genome contour) to maintain genome, gene expression, metabolism and cell function. Nutrigenomic provides a better interpretation of data from epidemiological and clinical intervention studies on the health effects of dietary factors to help improve personalized nutrition recommendation.
Top 5 Prosedur Estetika tahun 2018 Fanardy, Angeline
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 9 (2019): Neuropati
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.061 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i9.440

Abstract

Ilmu kedokteran estetika merupakan cabang ilmu untuk memperbaiki penampilan fisik dan meningkatkan kepuasan pasien menggunakan prosedur non-invasif hingga minimal invasif. Pada tahun 2017, prosedur yang paling banyak diminati adalah filler bibir, skin booster, fat reducing, terapi koreksi dan regenerasi kulit hingga nutrakosmetik. Tahun 2018, tren estetika masih terus berkembang dan mengalami beberapa perubahan meliputi rejuvenasi vagina, fat removal dan body contouring, anti-aging menggunakan bahan natural, rejuvenasi mata, dan augmentasi wajah.Aesthetic medicine is a branch of science to improve physical appearance and patient satisfaction using non-invasive to minimally invasive procedures. In 2017, the most desirable procedures of treatment are lip filler, skin booster, fat reducing, correction and regeneration skin therapy to nutracosmetics. In 2018, the aesthetic trend still continues to grow and undergoes several changes which include vaginal rejuvenation, fat removal and body contouring, anti-aging using natural ingredients, eye rejuvenation, and facial augmentation.
Toksin Botulinum untuk Kasus Urogenital Fanardy, Angeline
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.303 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v48i3.1337

Abstract

Toksin Botulinum merupakan neurotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium. Neurotoksin menempel pada terminal kolinergik perifer dan menghambat pelepasan asetilkolin, menyebabkan relaksasi otot. Efek ini bermanfaat untuk beberapa kasus uroginekologi, seperti overaktivitas detrusor, painful bladder syndrome, nyeri pelvis kronik, vaginismus, vulvodynia lokal, dan disfungi ereksi..Botulinum toxin is a neurotoxin produced by Clostridium bacteria. Neurotoxins attach to the peripheral cholinergic terminal and inhibit acetylcholine release, causing muscle relaxation. This effect is used as a therapeutic option for some urogynaecological cases, such as detrusor overactivity, painful bladder syndrome, chronic pelvic pain, vaginismus, local vulvodynia, and erectile dysfunction.