Multiple sclerosis adalah suatu kelainan autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh sendiri menyerang sistem saraf pusat. Gejalanya sangat beragam, seperti penurunan penglihatan pada salah satu mata, penglihatan ganda, kelainan sensorik, dan gangguan keseimbangan. Prevalensi global kelainan ini sangat beragam; di Indonesia, termasuk jarang. MRI dapat membantu menegakkan diagnosis. Belakangan ini banyak obat-obat golongan DMAMS (disease-modifying agents for MS) yang ditujukan untuk mengurangi progresivitas dan relaps penyakit ini. Pemilihan obat DMAMS sebaiknya juga memperhatikan efek samping obat dan kenyamanan pasien.Multiple Sclerosis is an autoimmune disorder that the body's own immune system attacks the central nervous system. The symptoms of these disorders are very diverse, such as loss of vision in one eye, double vision, sensory abnormalities, and balance disorders. Globally, the prevalence of this disorder varies between regions, it is considered rare in Indonesia. MRI can help diagnose this disorder. Drugs from DMAMS (disease-modifying agents for MS) group are intended to reduce progression and relapse. DMAMS drug selection should also consider potential side effects and patient comfort.