Ardi, Laurencia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tatalaksana Nutrisi pada Kanker Anak Ardi, Laurencia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 9 (2019): Neuropati
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.971 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i9.441

Abstract

Prevalensi malnutrisi pada kanker anak cukup tinggi. Pemberian nutrisi yang tepat dan adekuat pada pasien kanker anak dapat membantu menurunkan morbiditas dan mortalitas. Selain makronutrien dan mikronutrien, terdapat nutrisi spesifik yang bermanfaat untuk pasien kanker anak seperti omega-3, asam amino rantai cabang, dan prebiotik atau probiotik.The prevalence of malnutrition in childhood cancer is quite high. Proper and adequate nutrition for pediatric cancer patients can help reduce morbidity and mortality. In addition to macronutrients and micronutrients, specific nutrients beneficial for pediatric cancer patients are omega-3, branched chain amino acids, and prebiotics or probiotics.
Penggunaan Produk Biosimilar pada Transplantasi Ginjal Ardi, Laurencia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.183 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v48i11.1559

Abstract

Transplantasi ginjal sering menimbulkan rejeksi, oleh karenanya diperlukan obat-obatan imunosupresan sebelum, saat, dan setelah transplantasi ginjal. Terapi imunosupresan pada transplantasi ginjal terdiri dari terapi induksi, pemeliharaan awal, dan pemeliharaan jangka panjang. Beberapa produk biosimilar dapat digunakan untuk terapi rejeksi pada transplantasi ginjal. Kidney transplantation often results in rejection; it is necessary to give immunosuppressant drugs before, during, and after kidney transplantation. Immunosuppressant therapy in kidney transplantation consists of induction therapy, early maintenance, and long-term maintenance. Several biosimilar products can be used for immunosuppressant in kidney transplants.
Manfaat Omega-3 Parenteral di Dunia Medis Ardi, Laurencia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 10 (2019): Farmasi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.768 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i10.429

Abstract

Emulsi lemak intravena merupakan komponen penting nutrisi parenteral. Awalnya emulsi lemak digunakan sebagai sumber energi non-glukosa yang efisien untuk mengurangi efek samping hiperglikemia dan sebagai sumber asam lemak esensial. Penelitian menunjukkan efek omega-3 dan omega-6 pada metabolisme, inflamasi, respon kekebalan tubuh, koagulasi, dan sinyal sel, sehingga dapat bermanfaat untuk terapi bedah, kanker dan penyakit kritis serta pada pasien yang membutuhkan nutrisi parenteral jangka panjang. Pembahasan berikut meliputi mekanisme kerja dan manfaat omega-3 di dunia medis. Kata kunci : emulsi lemak, asam lemak omega-3, nutrisi parenteralIntravenous lipid emulsions are essential component of parenteral nutrition regimens, originally employed as an efficient non-glucose energy source to reduce the adverse effects of high glucose intake and provide essential fatty acids. Research demonstrates the effects of omega-3 and omega-6 polyunsaturated fatty acids (PUFA) on key metabolic functions, inflammatory and immune response, coagulation, and cell signaling; potentially benefit surgical, cancer, and critically ill patients as well as patients requiring long-term parenteral nutrition. This review provides an overview on the mechanisms of action and benefits of omega-3 in medicine.
Tata Laksana Nyeri pada Pasien Kritis di ICU Ardi, Laurencia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 51 No 6 (2024): Cardiology
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v51i6.1044

Abstract

Critically ill patients are patients in life-threatening conditions and will result in significant increment of mortality and morbidity if not given immediate medical intervention. Critically ill patients, especially those using ventilators, often experience pain. Pain can be caused by interventions or procedures in the ICU or by other unknown causes. Pain management in critically ill patients can be non-pharmacological or pharmacological.