Panduwinata, Widya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dalam Diagnosis Nyeri Punggung Bawah Kronik Panduwinata, Widya
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.702 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v41i4.1146

Abstract

Nyeri punggung bawah menjadi salah satu masalah penting di Amerika Serikat; di Indonesia diperkirakan 40% penduduk Jawa Tengah berusia di atas 65 tahun pernah menderita nyeri pinggang, prevalensi pada laki – laki 18,2% dan pada wanita 13,6%. Para ahli percaya telah terjadi "overmedicalizitation" terbukti dari pencitraan dan operasi yang berlebihan untuk nyeri pinggang di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, magnetic resonance imaging (MRI) telah digunakan secara luas, sehingga peranan MRI dalam mendiagnosis nyeri punggung bawah kronik perlu diketahui. Studi pustaka ini menunjukkan bahwa MRI dapat membantu diagnosis dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah kronik dan menghindari pemeriksaan dan tatalaksana yang berlebihan.Low back pain becomes one of the most significant problem in the USA. In Indonesia it is assumed that 40% of above-65–year-old population in Central Java had low back pain, the prevalence in male was 18,2% and in female 13,6%. Many experts believe there has been “overmedicalizition” as there is evidence of excessive imaging and surgery for low back pain in the United States. In recent years, magnetic resonance imaging (MRI) has been widely used, and the role of MRI in diagnosing chronic low back pain should be well defined. This literature study revealed that MRI could help diagnose and manage chronic low back pain and to prevent excessive examination and treatment.