Infeksi kuman M. tuberculosis masih menjadi masalah bagi sepertiga populasi dunia. Indonesia termasuk dalam 20 besar negara yang memiliki beban tinggi TB menurut WHO. Infeksi kuman tuberkulosis laten (ITBL) memiliki risiko menjadi penyakit TB aktif dan berhubungan dengan faktor risiko salah satunya infeksi HIV/AIDS. Diagnosis ITBL didasarkan pada faktor-faktor risiko dan eksklusi gejala dan tanda klinis, radiografik, dan bakteriologis TB aktif. Pemeriksaan penunjang yang disarankan adalah Tes Kulit Tuberkulin (TST) dan Tes Interferon Gamma Release Assay (IGRA). Tatalaksana yang tepat dan optimal dapat memberikan hasil baik dalam eradikasi penyakit tuberkulosis.M. tuberculosis infection still becomes a problem for one third of world population. Indonesia is still in the top 20 of High TB Burden Countries. Latent tuberculosis infection (LTBI) may grow into active TB disease and connectd with risk factors such as HIV/AIDS infection. Diagnosis is based on risk factors and exclusion of clinical symptoms and signs, radiography, and active TB bacteriology. Recommended examinations are Tuberculin Skin Test (TST) and Interferon Gamma Release Assays (IGRAs). Prompt and optimal LTBI treatment may result in good outcome along with tuberculosis disease eradication.